Sabtu, 26 Maret 2011

PROPOSAL PENELITIAN

PROPOSAL PENELITIAN



INTERAKSI SOSIAL KOMUNITAS ADAT TERPENCIL (KAT)
SUKU AMMATOA DALAM DAN SUKU AMMATOA LUAR
DI DESA KAJANG KABUPATEN BULUKUMBA
PROVINSI SULAWESI SELATAN


A. Latar Belakang
Pada beberapa daerah di Indonesia masih ditemukan sejumlah kelompok atau komunitas masyarakat yang hidupnya berada di suatu kawasan tertentu (di tepi sungai, di lereng bukit, di lembah/dataran, di pinggir rawa atau di pantai) mereka hidup terpencil, terpencar dan berpindah-pindah. Kelompok atau komunitas ini juga mengalami keterbatasan komunikasi dan tertinggal dalam seluruh aspek kehidupannya. Masyarakat yang memiliki kondisi demikian dinamakan Komunitas Adat Terpencil (KAT).
Komunitas Adat Terpencil merupakan salah satu komponen dalam struktur kemasyarakatan Bangsa Indonesia yang belum secara optimal mampu menikmati hasil-hasil pembangunan yang telah dilaksanakan. Banyak kendala yang dihadapi dalam mencapai taraf kesejahteraan yang memadai bagi Komunitas Adat Terpencil ini. Hambatan geografis, topografis, sosiografis, serta teknis dilapangan selalu menjadi masalah yang sulit dicarikan jalan pemecahannnya. Lokasi masyarakat yang terisolir, jauh dari desa atau kecamatan serta sulitnya medan yang harus ditempuh merupakan kendala fisik yang harus dicarikan jalan keluar yang cukup memadai. Selain itu tingkat pendidikan, kesehatan, ketertutupan terhadap perubahan sosial yang berasal dari luar juga merupakan kendala utama yang sangat sulit dicarikan solusi yang tepat.
Komunitas adat terpencil sebagai bagian dari penduduk Indonesia merupakan lapisan paling bawah dalam perkembangan masyarakat Indonesia, karena komunitas adat terpencil menghadapi berbagai ketertinggalan dalam pencapaian pemenuhan kebutuhan dasar hidup manusia. Dari data Depertemen Sosial menyebutkan, jumlah KAT tahun 2009 sebanyak 229.479 KK, yang tersebar di 2.650 lokasi, 2.037 Desa, 852 Kecamatan, 246 Kabupaten yang ada di 30 Provinsi (sumber: Suara Pembaruan, Selasa, 13 Oktober 2009). Hal tersebut terjadi akibat keberadaan mereka yang secara geografis sangat sulit dijangkau dan secara sosial budaya terasing sehingga kurang terjadi interaksi sosial antara mereka dengan kelompok masyarakat luar yang lebih maju.
Secara garis besar permasalahan KAT (Komunitas Adar Terpencil) mencakup 3 hal yakni ; masalah internal yang berkaitan dengan kemiskinan, keterasingan, keterpencilan, dan ketertinggalan. Masalah eksternal, antara lain rawan berbagai eksploitasi, HAM, integrasi sosial dan integrasi bangsa. Masalah dalam pengelolaan, antara lain adanya persepsi yang berbeda dalam pemberdayaan KAT. Di beberapa daerah pemberdayaan KAT tidak/ belum merupakan prioritas, bahkan adanya anggapan KAT tidak perlu ditangani secara khusus karena dengan lajunya pembangunan infrastruktur dan ekonomi, KAT akan mengalami perubahan menjadi lebih baik.
Sesuai dengan kondisi permasalahan yang dihadapi, maka pemanfaatan keterampilan lokal, pengetahuan lokal, tenaga lokal, serta proses lokal sangat strategis dalam memberdayakan komunitas adat terpencil yang ada diseluruh indonesia. Untuk melaksanakan pemberdayaan melalui paradigma lokalitas, diperlukan penggerak utama proses pemberdayaan yang berasal dari komunitas yang bersangkutan dengan tujuan utama untuk mengeliminasi berbagai kendala yang ada, mengoptimalkan proses yang dilakukan, serta mendorong pencapaian hasil sesuai dengan target yang ditentukan.
Cara pandang yang melihat KAT sebagai masalah, selalu menempatkan KAT sebagai salah satu bagian dari bangsa Indonesia yang berhak untuk menikmati kehidupan yang layak dan memperoleh kesejahteraan sosial sebagai warga negara. Mereka harus dilihat setara dengan sebagian besar warga negara Indonesia di seluruh penjuru tanah air yang kehidupannya lebih kompleks dan terbuka pada berbagai kemajuan teknologi. Hal ini merupakan salah satu amanat dari Undang-Undang Dasar 1945. Dengan cara pandangan ini, penanganan KAT berorientasi pada pemberdayaan Sumber Daya Manusia, pemberdayaan lingkungan sosial, perlindungan dan advokasi, serta kerjasama kelembagaan KAT.
Terlepas dari cara pandangan kita tentang Komunitas Adat Terpencil, keberadaan Komunitas Adat Terpencil menghadirkan suatu potret kehidupan manusia yang menarik untuk dipelajari sebagai bahan masukan dalam penyusunan program/ suatu kebijakan. Potret kehidupan Komuitas Adat Terpencil yang cukup menarik untuk disimak adalah interaksi sosial Komunitas Adat Terpencil itu sendiri. Interkasi sosial sangat berguna di dalam memperhatikan dan mempelajari berbagai masalah yang dihadapi oleh Komunitas Adat Terpencil. Dengan mengetahui dan memahami perihal kondisi-kondisi apa yang dapat menimbulkan serta mempengaruhi bentuk-bentuk interaksi sosial tertentu, maka pengetahuan kita dapat pula disumbangkan pada usaha bersama yang dinamakan pembinaan/ pemberdayaan masyarakat dan komunitas.
Interaksi sosial sebagai suatu proses, tidak lepas dari faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung yang dominan dalam terciptanya interaksi sosial akan membuat bentuk interaksi sosial yang lain apabila dibandingkan dengan faktor penghambat yang lebih dominan. Bentuk interaksi sosial yang berbeda tersebut, akan menghasilkan sesuatu yang berbeda pula bagi pelaku interaksi baik individu atau perorangan maupun kelompok.
Pada beberapa suku bangsa di Indonesia yang tertutup atau terasing dan kurang mengadakan hubungan dengan dunia luar, agak sulit juga untuk mengadakan suatu interaksi sosial. Hal ini, antara lain, disebabkan oleh karena adanya suatu prasangka buruk terhadap warga-warga suku bangsa lain, dan juga terhadap pengaruh-pengaruh yang masuk dari luar, yang dikhawatirkan akan dapat merusak norma-norma yang tradisional. Atas dasar prasangka demikian, sulit untuk mengadakan interaksi sosial, oleh karena komunikasi tak dapat berlangsung dengan baik.



B. Permasalahan Penelitian
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang interaksi sosial Komunitas Adat Terpencil (KAT) Suku Ammatoa dalam dan Suku Ammatoa luar yang terletak di Desa Kajang Kabupaten Bulukumba Provinsi Sulawesi Selatan. Masalah penelitian tersebut dapat dirumuskan dalam masalah penelitian, yaitu : “Bagaimana Interaksi sosial Komunitas Adat Terpencil (KAT) Suku Ammatoa dalam dan Suku Ammatoa luar di Desa Kajang Kabupaten Bulukumba Provinsi Sulawesi Tengah ?”
Selanjutnya untuk lebih memahami rumusan masalah tersebut, maka rumusan masalah penelitian dijabarkan dalam sub-sub rumusan masalah penelitian sebagai berikut :
1. Bagaimana karekteristik Informan ?
2. Bagaimana proses komunikasinya ?
3. Bagaimana pola komunikasinya ?
4. Bagaimana bentuk interaksinya ?
5. Hambatan apa yang dialami ?
6. Upaya apa yang dilakukan untuk mengatasi hambatannya ?

C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan pokok masalah penelitian tersebut di atas, tujuan dari penelitian ini adalah :
1. Untuk memahami karakteristik informan, dalam hal ini Komunitas Adat Terpencil (KAT) Suku Ammatoa Di Desa Kajang Kabupaten Bulukumba Provinsi Sulawesi Selatan.
2. Untuk mengetahui proses komunikasi.
3. Untuk mengetahui pola komunikasi.
4. Untuk mengetahui bentuk interaksi.
5. Untuk mengetahui hambatan yang dialami.
6. Untuk mengetahui upaya dalam mengatasi hambatan.


D. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penelitian ini adalah :
1. Manfaat secara teoritis
Untuk memahami lebih mendalam bentuk-bentuk interaksi sosial pada suatu komunitas, dalam hal ini Komunitas Adat Terpencil (KAT) Suku Ammatoa Di Desa Kajang Kabupaten Bulukumba Provinsi Sulawesi Selatan.
2. Manfaat secara praktis
a. Untuk Masyarakat
Membantu masyarakat memahami proses interaksi sosial Komunitas Adat Terpencil (KAT) Suku Ammatoa di Desa Kajang Kabupaten Bulukumba Provinsi Sulawesi Selatan.
b. Untuk Pemerintah
Dalam rangka membantu pemerintah untuk lebih mendalam memperhatikan masalah-masalah yang dialami oleh KAT dan memperhatikan kesejahteraan sosial mereka.
c. Untuk Profesi Pekerjaan Sosial
Sebagai sumbangan pengetahuan secara teoritis dan positif bagi pengembangan metode dan kegiatan praktis yang harus dilakukan oleh pekerjaan sosial diberbagai setting khususnya bagi Komunitas Adat Terpencil.

E. Tinjauan Pustaka
1. Tinjauan tentang Interaksi Sosial
a. Pengertian Interaksi Sosial
Dalam kehidupannya manusia senantiasa membutuhkan manusia lain, selain manusia memiliki ketergantungan secara materiil terhadap manusia lain, manusia juga membutuhkan untuk dihargai dan diakui oleh manusia lain. Hal ini menandakan bahwa secara fitrah manusia akan senantiasa berada diantara manusia lainnya (manusia sebagai makhluk sosial). Dalam kebersamaan ini tentunya manusia tidak hanya bersama berupa fisik saja akan tetapi timbul hal lain seperti yang telah diungkapkan diatas perasaan ingin diakui, dipahami dan dihargai sepertinya menjadikan kedinamisan pada kehidupan manusia itu sendiri. Kebersamaan ini juga pada akhirnya menjadikan suatu hubungan diantara manusia, dan tidak hanya sebatas itu akan tetapi berkembang menjadi hubungan yang saling memberikan respon, saling mempengaruhi dan dipengaruhi. Hubungan yang saling memberikan respond dan saling memberikan pengaruh ini dinamakan interaksi.
Untuk lebih memahami tentang interaksi, para ahli telah memberikan beberapa pengertian mengenai interaksi sosial diantaranya :
1) Gillin dan Gillin dalam “Sosiologi Suatu Pengantar” oleh Soerjono Soekanto (1990 : 67) menyatakan bahwa : “Interaksi merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang-orang perorangan, antara kelompok-kelompok manusia, maupun antara orang perorangan dengan kelompok manusia”.
2) W.A.Gerungan dalam “Psikologi Sosial” oleh R.Soetarno (1989 : 20) menyatakan bahwa : “Interaksi sosial sebagai suatu hubungan antara dua manusia atau lebih, di mana kelakuan individu yang satu mempengaruhi yang lain atau sebaliknya”.
3) H. Bonner dalam “Social Psychology” oleh H.Abu Ahmadi (1991 : 54) mengatakan bahwa “Interaksi sosial adalah suatu hubungan antara dua individu atau lebih, di mana kelakuan individu yang satu mempengaruhi, mengubah, atau memperbaiki kelakuan individu yang lain atau sebaliknya”.
Pengertian diatas menunjukkan bahwa proses interaksi merupakan hubungan yang akan selalu terjadi dalam kehidupan manusia, dan pada perkembangannya proses interaksi menjadi suatu hal yang dapat dipelajari dengan berbagai kenyataan yang terjadi dalam masyarakat misalkan saja pertikaian antar suku, kerja sama antar daerah, dan dalam skup kecil seperti persangan antar tetangga atau komunitas.
b. Bentuk Interaksi Sosial
Bentuk-bentuk interaksi sosial dapat berupa kerja sama (corporation) persaingan (competition) dan bahkan dapat juga berbentuk pertentangan atau pertikaian. Gillin dan gillin dalam Soerjono Soekanto (1990 : 70) menggolongkan proses interaksi sosial sebagai akibat interaksi sosial, yaitu :
1) Proses yang asosiatif (Processes of association) yang terbagi ke dalam tiga bentuk, yaitu :
a) Kerja sama (Coorporation)
Kerja sama di sini dimaksudkan sebagai suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok manusia untuk mencapai satu atau beberapa tujan bersama. Ada lima bentuk kerja sama :
- Kerukunan yang mencakup tolong-menolong dan gotong-royong.
- Bargaining, yaitu pelaksanaan perjanjian melalui pertukaran barang dan jasa antara dua organisasi atau lebih.
- Ko-optasi (Co-optation), yaitu suatu proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan sebagai cara menghindari perpecahan.
- Koalisi (Coalition), yaitu kombinasi antara dua organisasi atau lebih untuk mencapai tujuan yang sama.
- Joint Venture, yaitu kerja sama dalam pengusahaan proyek-proyek tertentu.
b) Akomodasi (Accomodation)
Akomodasi adalah suatu pengertian yang digunakan oleh para sosiolog untuk menggambarkan suatu proses dalam hubungan-hubungan sosial yang sama artinya dengan pengertian adaptasi (adaptation) yang dipergunakan oleh ahli-ahli biologi untuk menunjuk pada suatu proses di mana makhluk-makhluk hidup menyesuaikan dirinya dengan alam sekitarnya. Dengan pengertian tersebut dimaksudkan sebagai suatu proses di mana orang perorangan atau kelompok-kelompok manusia yang mula-mula saling bertentangan, saling mengadakan penyesuaian diri untuk mengatasi ketegangan. Tujuan akomodasi adalah :
- Mengurangi pertentangan antara perorangan atau kelompok manusia sebagai akibat perbedaan paham.
- Mencegah meledaknya pertentangan untuk sementara waktu.
- Memungkinkan terjadinya kerja sama antara kelompok-kelompok sosial.
- Mengusahakan peleburan antara kelompok yang terpisah.

Bentuk-bentuk Akomodasi
- Coercion, adalah suatu bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan oleh karena adanya paksaan.
- Compromise, adalah suatu bentuk akomodasi di mana pihak-pihak yang terlibat saling mengurangi tuntutannya, agar tercapai suatu penyelesaian terhadap perselisihan.
- Arbitration, merupakan suatu cara untuk mencapai compromise apabila pihak-pihak yang berhadapan tidak sanggup mencapainya sendiri.
- Mediation, hamper menyerupai arbitration. Pada mediation diundanglah pihak ketiga yang netral dalam soal perselisihan yang ada. Pihak ketiga tersebut tugasnya adalah untuk utamanya mengusahakan suatu penyelesaian secara damai.
- Conciliation, adalah suatu usaha untuk mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak-pihak yang berselisih demi tercapainya suatu persetujuan bersama.
- Toleration, juga sering dinamakan tolerant-participation. Ini merupakan suatu bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang formal bentuknya.
- Stalemate, merupakan suatu akomodasi, dimana pihak-pihak yang bertentangan karena mempunyai kekuatan yang seimbang berhenti pada suatu titik tertentu dalam melakukan pertentangannya.
- Adjudication, yaitu penyelesaian perkara atau sengketa di pengadilan.
c) Asimilasi (Assimilation)
Asimilasi merupakan proses sosial dalam taraf lanjutan, yang ditandai dengan adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan-perbedaan yang terdapat diantara individu-individu atau kelompok dan juga meliputi usaha-usaha untuk mempertinggi kesatuan tindak, sikap dan proses-proses mental dengan memperhatikan kepentingan-kepentingan dan tujuan-tujuan bersama.
Bentuk-bentuk interaksi sosial yang memberi arah ke proses asimilasi, antara lain :
- Interaksi sosial tersebut bersifat suatu pendekatan terhadap pihak lain, dimana pihak yang lain tadi juga berlaku sama.
- Interaksi sosial tersebut tidak mengalami halangan-halangan atau pembatasan-pembatasan.
- Proses asimilasi dipercepat, apabila interaksi sosial tersebut bersifat langsung dan primer.
- Asimilasi diperkuat apabila frekuensi interaksi-interaksi sosial tinggi, tetap dan apabila ada keseimbangan antara pola-pola asimilasi tersebut.
2) Proses Disosiatif
Proses disosiatif sering disebut sebagai oppositional proses. Oposisi dapat diartikan sebagai cara berjuang melawan seseorang atau sekelompok manusia untuk mencapai tujuan. Oposisi atau proses-proses disosiatif dibedakan dalam tiga bentuk, yaitu :
a) Persaingan (Competition)
Persaingan dapat diartikan sebagai suatu proses sosial dimana individu atau kelompok manusia bersaing, mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan yang pada suatu masa tertentu menjadi pusat perhatian umum (baik perorangan atau kelompok manusia) dengan cara menarik perhatian publik atau dengan mempertajam prasangka yang telah ada, tanpa mempergunakan ancaman atau kekerasan.
Bentuk-bentuk persaingan :
- Persaingan ekonomi, persaingan di bidang ekonomi timbul karena terbatasnya persediaan apabila dibandingkan dengan jumlah konsumen.
- Persaingan kebudayaan, persaingan untuk memperebutkan pengaruh seperti yang terjadi di saat kebudayaan barat yang dibawa Belanda berhadapan dengan kebudayaan Indonesia di abad ke-15.
- Persaingan kedudukan dan peran, persaingan untuk mendapatkan status dan peranan yang terpandang dalam kelompok.
- Persaingan ras, persaingan ras sebenarnya juga persaingan kebudayaan. Perbedaan warna kulit, bentuk tubuh, maupun corak rambut dan sebagainya, hanya merupakan perlambang dan sikap atas perbedaan-perbedaan dalam kebudayaan.
b) Kontravensi (Contravention)
Kontravensi merupakan proses sosial yang berbeda antara persaingan dan pertentangan atau konflik. Dalam bentuk murninya, kontravensi adalah sikap mental yang tersembunyi terhadap orang lain atau golongan tertentu.
Bentuk kontravensi :
- Yang umum meliputi perbuatan-perbuatan seperti penolakan, kengganan, perlawananan, dan sebagainya.
- Yang sederhana seperti menyangkal pernyataan orang lain di muka umum, memaki-maki melalui surat selebaran-selebaran, dan sebagainya.
- Yang intensif meliputi penghasutan, menyebarkan desas-desus, mengecewakan pihak-pihak lain, dan sebagainya.
- Yang rahasia, umpamanya mengumumkan rahasia pihak lain, perbuatan khianat dan seterusnya.
- Yang taktis, misalnya mengejutkan lawan, mengganggu atau membingungkan pihak lain, dan sebagainya.
c) Pertentangan (Pertikaian atau Conflict)
Pertentangan atau pertikaian adalah suatu proses sosial di mana individu atau kelompok berusaha untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menentang pihak lain yang disertai dengan ancaman dan/ atau kekerasan.
Bentuk Pertentangan :
- Pertentangan pribadi, pertentangan yang terjadi antara dua orang.
- Pertentangan rasial, pertentangan karena perbedaan ciri-ciri fisik, perbedaan kepentingan, dan kebudayaan.
- Pertentangan antara kelas sosial, pertentangan karena perbedaan kepentingan antara kelas sosial.
- Pertentangan politik, pertentangan yang menyangkut golongan-golongan dalam masyarakat, maupun antara Negara berdaulat.
- Pertentangan yang bersifat Internasional, pertentangan karena perbedaan kepentingan yang merembes ke kedaulatan Negara.
c. Syarat-syarat Interaksi Sosial
Suatu interaksi sosial tidak akan mungkin terjadi apabila tidak memenuhi dua syarat, yaitu :
1) Adanya kontak sosial (social-contact)
Kontak, merupakan tahap pertama dari terjadinya interaksi sosial. Kontak sosial dapat berlangsung dalam tiga bentuk, yaitu :
a) Antara orang-perorangan, proses demikian terjadi melalui sosialisasi (socialization).
b) Antara orang-perorangan dengan suatu kelompok manusia atau sebaliknya.
c) Antara suatu kelompok manusia dengan kelompok manusia lainnya.
2) Adanya komunikasi
Komunikasi berarti bahwa seseorang memberi arti pada perilaku orang lain, perasaan-perasaan apa yang ingin disampaikan oleh orang tersebut. Orang yang bersangkutan kemudian memberi reaksi terhadap perasaan yang ingin disampaikan oleh orang tersebut.

2. Tinjauan tentang Komunitas Adat Terpencil (KAT)
a. Pengertian Komunitas Adat Terpencil (KAT)
Komunitas Adat Terpencil adalah salah satu bagian dari bangsa Indonesia yang berhak untuk menikmati kehidupan yang layak dan memperoleh kesejahteraan sosial sebagai warga negara. Mereka harus dilihat setara dengan sebagian besar warga negara Indonesia di seluruh penjuru tanah air yang kehidupannya lebih kompleks dan terbuka pada berbagai kemajuan teknologi. Hal ini merupakan salah satu amanat dari Undang-Undang Dasar 1945. Istilah Komunitas Adat Terpencil pada awalnya dikenal dengan istilah masyarakat terasing yang oleh direktorat Bina Masyarakat Terasing Departemen Sosial RI (1999:3) didefinisikan sebagai berikut :

”Masyarakat terasing adalah kelompok-kelompok masyarakat yang bertempat tinggal, atau berkelana di tempat-tempat yang secara geografis terpencil dan terisolasi dan secara sosial budaya terasing dan atau masih terbelakang dibandingkan dengan masysrakat bangsa Indonesia pada umumnya”.
Istilah terasing dalam pengertian dimaksud yakni sebagai “satu kondisi kehidupan yang lamban berubahnya disebabkan letaknya yang terpencil” (terisolasi) dari kehidupan dan penghidupan masyarakat luar (yang lebih maju), sehingga kurang terjadi interaksi yang dapat mempengaruhi kehidupan mereka kearah perubahan dan kemajuan
Depertemen Sosial kemudian memberikan istilah yang lebih bersifat positif yaitu Komunitas Adat Terpencil (KAT) seperti yang tertera dalam Keppres N0. 111/1999 tentang Pembinaan Kesejahteraan Sosial Komunitas Adat Terpencil dan Kepmensos No. 06/PENGHUK/2002 tentang petunjuk pelaksanaan Pemberdayaan Komunita Adat Terpencil dan beberapa Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial, Departemen Sosial (2003) bahwa pengertian Komunitas Adat Terpencil adalah :

“KAT adalah kelompok sosial budaya yang bersifat lokal dan terpencar, serta kurang atau belum terlibat dalam jaringan dan pelayanan, baik sosial, ekonomi maupun politik”.

Dengan pengertian tersebut maka komunitas ini dipahami sebagai komunitas yang memiliki budaya atau adat tertentu yang berbeda atau unik. Komunitas ini biasanya adalah komunitas lokal asli yang memiliki berbagai kelebihan yang harus dipertahankan, seperti kerja sama masyarakat, budayanya, serta keguyuban interaksi sosialnya. Akan tetapi, karena situasi dan kondisi tertentu, komunitas ini kurang terlibat dalam jaringan pelayanan sosial, ekonomi, maupun politik.
b. Karakteristik/ kriteria Komunitas Adat Terpencil
Karakteristik/ kriteria Komunitas Adat Terpencil sebagaimana tertuang dalam Keppres No. 111/1999 adalah mencakup 7 unsur yaitu :
1) Berbentuk komunitas relatif kecil, tertutup, dan homogen
2) Pranata sosial bertumpu pada hubungan kekerabatan
3) Pada umumnya terpencil secara geografis dan sulit dijangkau
4) Pada umumnya masih hidup dengan sistem ekonomi subsisten
5) Peralatan dan teknologinya sederhana
6) Ketergantungan pada lingkungan hidup dan sumber daya alam setempat relatif tinggi
7) Terbatasnya akses pelayanan sosial dasar, ekonomi, dan politik, yang disebabkan karena :
- Pelayanan sosial dasar ; belum terdapat lembaga formal dibidang pendidikan, kesehatan, keagamaan dan kesejahteraan sosial.
- Aspek ekonomi ; uang belum banyak berperan sebagai alat tukar (sistem barter), belum ada pasar, kebutuhan konsumsi masih berupa bahan dasar, akses perhubungan, komunikasi / informasi terbatas.
- Aspek politik ; belum ada sistem pemerintahan formal dan masih kuatnya pengaruh lembaga adat.
c. Habitat Komunitas Adat Terpencil
Ditinjau dari segi haitatnya, tempat tinggal Komunita Adat Terpencil dapat dikelompokkan, sebagai berikut :
1) Komunitas adat yang tinggal di dataran tinggi atau daerah pegunungan
2) Komunitas adat yang tinggal di dataran rendah atau daerah rawa serta daerah aliran sungai
3) Komunitas adat yang tinggal di daerah pedalaman atau daerah perbatasan
4) Komunitas adat yang tinggal diatas perahu atau daerah pinggir pantai serta pulau-pulau terpencil
d. Kategori Komunitas Adat Terpencil
Dilihat dari kondisi objektif KAT baik dari aspek karakteristik, tempat tinggal (habitat), dan sistem mata pencahariannya maka KAT dapat dijabarkan dalam3 (tiga) kategori, yaitu :
1) Kategori I (kelana), merupakan KAT yang masih hidup dalam kondisi sederhana, hidup masih berpencar dan berpindah dalam jumlah yang masih sangat kecil, belum ada interaksi dengan dunia luar dan komunitas mereka.
2) Kategori II (menetap sementara), merupakan KAT yang masih hidup berpindah dalam kondisi yang sangat sederhana dalam orbit tertentu, sudah ada interaksi dengan dunia luar.
3) Kategori III (menetap), merupakan KAT yang mulai menetap di tempat tertentu dan untuk kehidupan keseharian sudah ada interaksi dengan warga lainnya di luar komunitas mereka.

3. Kerangka Pikir















Interaksi sosial adalah suatu proses sosial yang akan terjadi apabila ada dua syarat, yaitu adanya kontak sosial dan komunikasi. Kontak sosial dapat berupa kontak antar individu, antar kelompok, atau antara individu dengan kelompok dan sebaliknya. Komunikasi dapat berupa komunikasi langsung dan tak langsung.
Interaksi sosial sebagai suatu proses terdapat faktor pendorong dan faktor penghambat. Faktor pendorong dan penghambat mempengaruhi interaksi sosial. Adanya kontak dan komunikasi menciptakan interaksi sosial. Interaksi sosial mempunyai beraneka ragam bentuk, baik yang assosiatif maupun dissosiatif. Terlepas dari bentuk-bentuk tersebut, dalam berinteraksi secara sosial akan menimbulkan suatu masalah.

F. Metode Penelitian
1. Desain Penelitian
Untuk dapat memahami serta mengetahui bentuk-bentuk interaksi sosial dari Komunitas Adat Terpencil (KAT) Suku Ammatoa secara optimal, dengan unsur-unsur pokok yang harus ditemukan sesuai dengan butir-butir rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, maka peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif.
Penelitian kualitatif pada hakekatnya ialah mengamati orang dalam lingkungan hidupnya, berinteraksi dengan mereka, berusaha memahami bahasa dan tafsiran mereka tentang dunia sekitarnya (Nasution, 1988 : 5). Lexy J. Moleong (2000 : 3) mendefinisikan pendekatan kualitatif sebagai : “ Prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata, tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati”.
Penelitian ini mengambil deskripsi sebagai desain penelitian, sehingga dapat melakukan penelitian yang mendalam terhadap obyek yang dipilih, dalam hal ini mengenai “interaksi sosial Komunitas Adat Terpencil Suku Ammatoa”. Sugiyono (2005 : 35) menjelaskan bahwa : “rumusan masalah deskriptif adalah suatu rumusan masalah yang memandu peneliti untuk mengungkapkan atau memotret situasi sosial yang akan diteliti secara menyeluruh, luas, dan mendalam”. Melalui penelitian ini, peneliti mencoba melihat bagaimana interaksi sosial Komunitas Adat Terpencil Suku Ammatoa dalam berbagai bentuk dan pengaruhnya.
Dengan digunakannya metode kualitatif, maka data yang didapat lebih lengkap, lebih mendalam, kredibel, dan bermakna sehingga tujuan penelitian dapat dicapai.



2. Deskripsi Latar dan Sumber Data
a. Deskripsi Latar
Penelitian menggunakan deskripsi latar terbuka dan latar tertutup, dengan alasan dalam melakukan penelitian terhadap informan dapat dilakukan dengan melakukan pengamatan bentuk-bentuk interaksi sosial Komunitas Adat Terpencil (KAT) Suku Ammatoa maupun melalui wawancara dengan informan. Seperti dijelaskan Lexy J. Moleong (2000 : 94), bahwa :
“Latar terbuka terdapat di lapangan umum seperti tempat berpidato, orang berkumpul di taman, toko, bioskop, dan ruang tunggu rumah sakit. Pada latar demikian peneliti hanya dapat mengamati dan kecil kemungkinannya dapat melakukan wawancara. Hal ini perlu diperhitungkan peneliti sehingga strategi pengumpulan datanya dapat lebih efektif, hubungan antara peneliti dengan subyek juga kurang mesra. Sebaliknya pada latar tertutup, hubungan peneliti dengan subyek harus akrab dan diperlukan strategi khusus untuk dapat mengamati dan melakukan wawancara mendalam”.

Deskripsi latar terbuka dan tertutup, menjadikan peneliti harus dapat menempatkan diri apakah ia dikenal atau tidak dikenal oleh subyek.
b. Sumber Data
Sumber data dalam penelitian ini diambil dari 2(dua) sumber, yaitu :
1) Sumber Data Primer
Sumber data primer yaitu data yang diperoleh langsung oleh peneliti dari informan, yaitu Komunitas Adat Terpencil (KAT) Suku Ammatoa Di Desa Kajang Kabuapten Bulukumba Provinsi Sulawesi Selatan
2) Sumber Data Sekunder
Sumber data sekunder yaitu data yang dikumpulkan untuk melengkapi data primer yang diperoleh dari pelaksana kegiatan, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, lembaga/ instansi yang terkait penelitian.

G. Teknik Penelitian
Teknik pengumpulan data, peneliti menggunakan teknik wawancara (interview), teknik obsevasi (observation), dan studi dokumentasi. Seperti dijelaskan Lexy J. Moleong (2000 : 112), bahwa: “Sumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata, dan tindakan, selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain”. Dengan teknik ini, data yang diperoleh lebih akurat dan hubungan peneliti dengan informan juga lebih akrab serta tidak ada jarak.
1. Teknik Wawancara (interview)
Wawancara merupakan serangkaian interaksi verbal dalam mengumpulkan data, yang dilakukan dengan cara mengajukan sejumlah pertanyaan yang disusun secara sistematik dalam pedoman wawancara. Pedoman ini berguna sebagai alat kontrol agar pertanyaan yang diajukan sesuai dengan topik permasalahan.
2. Teknik Observasi (observation)
Observasi dilakukan dengan cara pengamatan secara langsung kondisi informan di lokasi penelitian.
3. Teknik Studi Dokumentasi
Studi dokumentasi adalah pengumpulan data dengan mempelajari data-data yang ada seperti; Peraturan Daerah, buku atau laporan ilmiah, majalah, buletin, foto-foto, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan obyek penelitian.

H. Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data
Untuk dapat mempertanggungjawabkankan data yang telah diperoleh secara akurat dan benar, diperlukan pemeriksaan keabsahan data yang telah diperoleh baik dari wawancara, obsevasi, maupun studi dokumentasi. Hal ini dilakukan karena tidak tertutup kemungkinan bahwa data yang diperoleh dari informan tidak benar, hal ini dilakukannya karena beberapa hal, misalnya; salah mengajukan pertanyaan yang berarti jawabannya juga salah, dan keinginan untuk menyenangkan peneliti.
Teknik pemeriksaan keabsahan data yang digunakan sebagai berikut :
1. Ketekunan Pengamatan
Ketekunan pengamatan dimaksudkan guna dapat menemukan ciri-ciri dan unsur-unsur dalam situasi yang sangat relevan dengan persoalan atau isu yang sedang dicari, dan kemudian memusatkan diri pada hal-hal tersebut secara rinci. Dengan kata lain peneliti mencoba mengamati lebih teliti, rinci dan berkesinambungan terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi fenomena yang diteliti.
2. Triangulasi
Triangulasi adalah pemeriksaan keabsahan data dengan memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data yang telah diperoleh guna pengecekan atau sebagai pembanding. Hal-hal yang dipakai sebagai pembanding adalah :
a. Data hasil observasi dengan data hasil wawancara.
b. Perkataan informan di tempat umum dengan perkataan informan secara pribadi (face to face)
c. Hasil wawancara dengan dokumen yang berkaitan dengan penelitian.
d. Hasil wawancara informan dengan pendapat dan pandangan orang lain.

I. Rancangan Analisis Data
Proses analisa data dimulai dengan menelaah seluruh data yang diperoleh, baik dari hasil wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Peneliti menggunakan teknik analisa seperti yang dijelaskan oleh Lexy J. Moleong (2000 : 189-214), sebagai berikut :
1. Pemrosesan Satuan
Pemrosesan satuan ini terdiri dari tipologi satuan dan penyusunan satuan. Tipilogi satuan adalah penggolongan satuan berdasarkan tipe yang dimiliki oleh latar sosial. Penyusunan satuan adalah menyusun dan mengarahkan satu pengertian dan tindakan sehingga dapat ditafsirkan seperti dalam bentuk latar penelitian. Langkah-langkah yang digunakan dalam pemrosesan data adalah dengan menggolongkan data dan memberi nama pada data yang telah digolongkan sesuai dengan apa yang telah dipikirkan, dirasakan dan dihayati oleh peneliti dan dikehendaki oleh latar penelitian.
2. Kategorisasi
Kategorisasi merupakan seperangkat tumpukan yang disusun atas dasar pemikiran, pendapat, dan kriteria tertentu. Langkah-langkah pengkategorian adalah : pertama pemberian nama pada setiap kategori; kedua pemberian keputusan pada tiap kategori yang hampir sama; ketiga menempatkan data pada kategori mantap; keempat menyusun kategori baru bila ada data yang belum masuk dalam kategori mantap; kelima penelaahan pada setiap kategori dan membuat daftar aturan; keenam menelaah kembali data yang layak dipertahankan; ketujuh pengujian kategori untuk menemukan hubungan; kedelapan membuat strategi perluasan, pengkaitan hubungan dalam pengumpulan data dan pemrosesan; kesembilan menghentikan pengumpulan dan pemerosesan, dan kesepuluh mengevaluasi pengkategorian secara menyeluruh dari awal sampai akhir.
3. Penafsiran Data
Penafsiran data yaitu menyusun data yang diperoleh dengan jalan menghubungkan kategori-kategori dalam kerangka sistem yang diperoleh dari data. Adapun langkah-langkahnya adalah : dimulai dengan memberikan kode pada setiap kejadian data dan mencocokkan kategori, kemudian membandingkan dengan kejadian lain dan mengintregasikan tiap-tiap kategori, memodifikasi dan menata kejelasan logika, selanjutnya kerangka disusun dalam pertanyaan-pertanyaan yang beralasan tepat sehingga dapat ditarik sebuah teori.















J. Jadwal dan Langkah-Langkah Penelitian

No. Kegiatan Bulan
Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Pengajuan Judul
2 Seleksi Judul
3 Penyusunan Proposal
4 Seminar Proposal
5 Penyempurnaan Rancangan
6 Pelaksanaan Penelitian
7 Pengolahan Hasil Penelitian
8 Bimbingan Penulisan KIA
9 Pengesahan KIA

K. Daftar Pustaka

Bogdan dan Taylor (Lexy J. Moleong 1988), Metodologi Penelitian Kualitatif, PT. Remaja Rosda Karya Bandung

Data dan Informasi Pembinaan Masyarakat Terasing (1980), Direktorat Bina Masyarakat Terasing, Direktorat Jendral Bina Kesejahteraan Sosial, Depertemen Sosial RI Jakarta

Laporan Hasil Pemetaan Sosial Komunitas Adat Terpencil (2003), Direktorat Pemberdayaan KAT, Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial RI Jakarta

Panduan Peran Pendamping Sosial dalam Perundingan dan Advokasi KAT (2005), Direktorat Pemberdayaan KAT, Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial Depertemen Sosial RI Jakarta

Pedoman umum Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (2006), Direktorat Pemberdayaan KAT, Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial, Depertemen Sosial RI Jakarta

Soerjono, Soekanto, Sosiologi Suatu Pengantar, Edisi baru keempat (1990), PT. Raja graffindo Persada, Jakarta

Sugiyono, Dr. Prof., Memahami Penelitian Kualitatif, CV. Alfabeta, Bandung

Sugiyono, Dr. Prof., Metode Penelitian Kuamtitatif Kualitatif dan R&D, CV. Alfabeta, Bandung

Mengapa Wanita Menonton Film Porno



Mengapa Wanita Menonton Film Porno
Sejumlah wanita ternyata juga tertarik menonton film biru.
Rabu, 28 April 2010, 01:16 WIB
Pipiet Tri Noorastuti, Anda Nurlaila

VIVAnews - Pria merupakan pengakses film porno terbanyak di tempat kerja. Walaupun tidak seperti pria, tren menunjukkan wanita juga bagian penikmat film khusus dewasa.
Sebuah laporan Forbes menunjukkan, karyawan wanita di Amerika Serikat mengakses film porno hampir 1.800 kali dalam dua pekan. Wanita juga menyimpan sekitar 600 gambar seksual dalam laptop mereka.

Apa alasan wanita mengunduh gambar-gambar syur atau menonton video tersebut? Ini jawabannya.

1. Rasa ingin tahu.
Banyak wanita menganggap film porno sebagai sesuatu yang aneh dan menjijikkan. Bagi sebagian besar wanita menyaksikan pertunjukan film biru masih tabu dan mereka penasaran bagaimana para pria tertarik pada film jenis itu.

2. Membantu sesi 'melayani dir sendiri'
Acapkali film porno membantu mereka melakukan masturbasi. Secara umum, wanita cenderung memilih fantasi dan alat bantu visual. Tetapi, sejumlah wanita menggunakan pria dalam film porno sebagai objek fantasi mereka.

3. Mempelajari gerakan baru
Aktivitas seksual yang membosankan bersama pasangan bisa dipecahkan dengan mengadaptasi beberapa gerakan dalam film porno. Dalam hal ini, film porno bisa dijadikan sebagai alat 'pendidikan'.

4. Membandingkan
Pria selalu identik dengan makhluk yang kompetitif. Namun, wanita kerap menonton film porno untuk membandingkan bentuk tubuh mereka dengan wanita lain. Dari situ, ia bisa mendapat ide mempercantik diri sendiri. Alasan lainnya, ia membandingkan pemeran pria dengan pasangan prianya.

5. Menonton pria
Sulit menemukan pria bertelanjang dada, atau tanpa pakaian kecuali berada di pantai. Jadi, film porno membantu wanita berfantasi tentang pria seksi.

6. Membunuh waktu
Sebelum menyaksikan acara kesayangan, wanita seringkali memutar video porno miliknya atau milik pasangan. Film porno di sini hanya untuk menghabiskan waktu.
7. Memperbaiki mood
Wanita sering menggunakan film dewasa untuk menmperoleh mood atau foreplay sebelum bercinta dengan pasangan.

8. Milik pasangan pria
Alasan wanita paling umum setelah penasaran adalah menonton milik pasangan. Mereka biasanya ingin mengintip koleksi film porno pasangan.

9. Berfantasi
Saat tidak dapat berbagi fantasi seksual, wanita sering berpaling pada film porno dan melakukan sesuatu yang ia inginkan. Film porno bisa juga menjadi pelampiasan saat canggung berkata jujur pada suami bahwa ia ingin bermain nakal.
Baca juga: 33% Orang Buka Situs Porno di Kantor & Mengapa Suami Anda Kecanduan Situs Porno
• VIVAnews


Kirim kepada teman

komentar
Nugroho Waryanto
28/04/2010
Nah loe, Sapa bilang wanita gak mau emansipasi?
joey
Kirim Komentar

Menu Harga Selangit tapi Porsinya Kecil
• Mengapa Penis Bisa Ereksi
• Posisi Gaya Bercinta dalam Mobil Biar Cepat Orgasme (Full Pict)
• [Tips Mantab - cowo wajib baca] Rahasia Tiga Jari Raih Orgasme G-spot
ARTIKEL KOSMO UNGGULAN
• Si Kecil Tak Kalah Genit dari Ibunya
• Bagaimana Menghadapi Pasangan Tertutup
• Jelajahi Bagian Tubuh Sensitif Pria
• Lima Arti Gaya Menggoda
• Hindari Makan Menjelang Jam Tidur

Sifat dan Karakter Cowok Zodiak Leo

Sifat dan Karakter Cowok Zodiak Leo


Diposkan oleh Gen di 15:38 .
Label: sifat manusia, zodiak
Sifat dan Karakter Cowok Leo
Mengenal sifat, watak karakter dan kepribadian cowok menurut zodiak Bag.8
Ia suka menyisir rambutnya ke belakang, mempertontonkan dahinya, menunjukkan ekspresi wajah yang .. uhuiii. Matanya bersinar, tetapi sedikit menunjukkan kemalasan. Ia berjalan dengan pelan tetapi gagah, layaknya seekor singa, percaya diri dan sombong. Penampilan luarnya menunjukkan seseorang yang baik dan lemut, tetapi dia sebenarnya adalah orang yang kuat dan percaya diri.

Jika ia merasa ketakutan, ia akan bereaksi dan akan merespon sesegera mungkin. Kata-katanya selalu nampak normal, tetapi selalu berisi "perintah dan permintaan". Ia tidak akan berbicara cepat-cepat atau memang karena tidak bisa, demikian juga dengan berjalan, tidak pernah cepat. Di tengah kerumunan atau di tempat kerja, ia akan bersikap biasa saja.

Tapi tidak lama kemudian kamu akan dapat melihatnya menonjol di tengah kelompok dan menjadi pusat perhatian karena kepandaiannya berbicara, atau menarik perhatian. Kamu akan berpikir bahwa ia sebenarnya cowok pemalu, tetapi di dalam hatinya, ia ingin memiliki kendali atas keluarga dan teman-temannya. Ia hanya menunggu waktu yang pas.

Jangan pernah berani mengambil apa pun yang dipunyainya, dan juga jangan memerintah dirinya, atau kalau tidak, kamu harus siap berhadapan dengan seekor singa ganas. Ia menghormati orang-orang tua dan para senior, tetapi tidak akan pernah membungkuk-bungkuk, atau menerima apa pun seperti "sorang pecundang", karena ia lebih baik mati daripada kehilangan harga dirinya.

Caranya berbicara datar, walaupun dalam acara yang mengharuskan dia untuk berbicara lebih "hidup". Ia adalah cowok yang penuh kasih dan selalu berusaha melihat sisi positif seseorang. Walaupun pembawaan dia cukup datar dan kaku, dia dapat dengan mudah mencapai tujuannya tanpa harus menambah musuh. Begitu kamu tidak setuju mengenai sesuatu dengan dirinya, dia akan marah dan ngambek secara tiba-tiba seperti hujan badai di musim panas.

Memang hanya sebentar, dan kemudian ia akan kembali menjadi orang yang cerah ceria. Ia tipe orang yang cerdas dan cerdik, dan dia tidak pernah mau repot-repot melakukan sesuatu yang bagi dirinya tidak ada artinya dan hanya membuang-buang tenaganya saja. Ia adalah perencana yang baik dan dapat mengatur pekerjaan yang diberikan kepadanya.

Jika ia memberi perintah, ia berharap agar perintahnya dapat dilakukan secepat mungkin. Ia adalah tipe pemimpin yang dicintai pengikutnya. Ia dapat memberikan nasihat dan membantu memecahkan permasalahan orang lain dengan baik, kecuali, masalah dia sendiri. Ia dapat terluka dengan mudah oleh orang lain, terutama jika kamu tidak mempercayai atau tidak menghargai kemampuannya.

Kamu dapat memujinya suatu waktu dan merubah singa garang ini menjadi seekor anak kucing yang manis dan manja dengan mudahnya. Ia bukanlah seorang hakim yang baik karena ia cenderung mendengar pendapat terlalu banyak orang dan cenderung mempercayai semua sisi. Jarang sekali seorang pria Leo berjalan sendirian tanpa ada wanita di sisinya. Jika melihatnya sendirian, mungkin saja sebenarnya dia memendam cinta dalam hatinya, atau baru saja putus.

Karena kesombongannya, ia sering berganti pacar. Ia akan melakukan apa pun untuk wanita yang dicintainya, tetapi tidak akan mau sampai merasa kehilangan muka. Cowok Leo tidak akan bisa hidup tanpa cinta, karena menurutnya cinta adalah berkas cahaya kehidupan. Ia suka orang bergantung padanya, hal itu membuatnya merasa memiliki kekuasaan.

Ia mungkin mengeluh saat dimintai pertolongan, tetapi jauh di dalam hatinya ia merasa bahagia karena kamu meminta pertolongan darinya. Jika kamu menawarkan bantuan, ia akan segera menolaknya. Waktu dia kehabisan uang, entah bagaimana caranya, ia masih mampu memiliki sedikit uang. Ia tidak terlalu berhati-hati dengan pengeluarannya, karena ia memang senang menghamburkan uang dan suka membeli apa yang dia mau.

Ia akan meminjamkan uang kepada siapa pun walaupun ia sendiri kekurangan, ia akan pergi menemui teman lainnya, untuk meminjamkan uang bagi kamu. Ia suka hal-hal mewah, semua barang kelas utama. Ia dapat bekerja seperti kesetanan, dan terkadang malas, semalas kucing yang ngantuk. Ketika ia bekerja, ia sangat serius. Jika sedang dalam pesta, ia adalah tukang pesta.

Jika ia mengajak kamu keluar berkencan, kamu akan mengalami saat yang menyenangkan bersamanya. Ia akan berani bertaruh mengenai kehidupan cintanya, jadi, jika kamu tahu bagaimana cara mengendalikannya, kamu pasti akan menang. Jika dia adalah kekasihmu, maka kehidupan cinta kamu tidak akan seromantis novel percintaan. Kamu harus selalu siap untuk meredakan amarahnya.

Karena reaksinya yang terlalu berlebihan hanya karena masalah kecil. Ia membutuhkannya, karena stabilitas dan ketenangan kamu akan mengendalikan dan memperbaiki moodnya. Jika kamu tidak dapat mengerti dan mengendalikannya, maka hubungan kalian tidak ubahnya seperti kapal karang, hubungan yang terus putus-sambung sampai bahkan sampai pada satu titik di mana teman kamu sendiri akan bosan mendengar kalian berdua putus dan berbaikan kembali.

Kecantikan selalu menjadi perhatian kaum Leo. Kamu harus mampu tampil penuh pesona untuk dapat berjalan bersama si Raja Rimba. Penampilan kamu adalah sebagaian dari citra dan egonya , dan ia juga sangat bangga dengan hal ini. Jika kamu ingin merebut perhatiannya di saat pertemuan pertama, sebaiknya kamu harus berusaha nampak luar biasa menarik. Pada saat perbincangan pertama dengannya, kamu harus memperlihatkan betapa kamu menyukai pemikirannya. Ia suka berbicara dan tidak menyadari bahwa pusat pembicaraannya tidak lain adalah dirinya sendiri.

Sifat yang Angkuh seperti Singa, Itulah cowok cowok leo


beritahu teman anda artikel-artikel bagus dari gen22.blogspot.com
Artikel Terkait
sifat manusia
• Karakter Cowok Dari Rambutnya
• Belajar Bahasa Tubuh Wanita

Biologi molekuler dalam kesehatan analis

Biologi molekuler dalam kesehatan analis


NAMA : muh.agus nur
NIM : 0309037

KELAS :1A
ANALIS KESEHATAN MUHAMMADIYAH
2010
Manfaat bakteri untuk ksehatan



Share
Bakteri yang jumlahnya bisa mencapai 400 jenis ini, secara sederhana, dikelompokkan menjadi bakteri baik dan bakteri jahat. Bakteri baik adalah bakteri yang bermanfaat bagi kesehatan, sedang bakteri yang menyebabkan penyakit disebut dengan bakteri jahat.

Probiotik dan Manfaatnya
Bakteri jahat mengeluarkan racun yang dapat mengeluarkan enzim yang mendorong terbentuknya senyawa karsinogenik dalam saluran pencernaan. Jika jumlah bakteri jahat meningkat, risiko gangguan kesehatan juga meningkat. Bakteri jahat yang juga sering disebut bakteri patogen dapat mengeluarkan racun yang menyebabkan diare.

Mendengar nama bakteri saja, asosiasinya selalu pada penyebab penyakit. Padahal, tidak demikian dengan bakteri baik yang disebut probiotik. Bakteri ini memang baik. Seperti namanya, dia menghasilkan antibiotika alami yang membantu keutuhan mukosa usus. Selain itu, probiotik dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan membantu proses metabolisme dalam usus.

Sebuah penelitian di Finlandia menemukan bahwa probiotik mampu mencegah invasi bakteri jahat dengan menghasilkan antibiotika yang menghambat pertumbuhan bakteri jahat. Probiotik juga dinyatakan dapat mencegah konstipasi dan mengurangi bakteri Helycobacter pylori yang menyebabkan infeksi pada lambung. Probiotik sebagai bakteri yang menguntungkan sudah diketahui sejak lama, lebih dari 2.000 tahun lalu. Akan tetapi, pembuktian secara ilmiahnya baru dilakukan pada abad ke-19 oleh seorang ilmuwan asal Rusia, Ilya Metchnikoff, yang bekerja pada Institut Pasteur di Paris. Lewat penelitiannya, Metchnikoff menemukan bahwa orang yang terbiasa mengonsumsi yoghurt lebih sehat dan umurnya lebih panjang dibanding yang tidak.

Yoghurt (susu fermentasi) mengandung bakteri asam laktat yang dapat meningkatkan kerja enzim galaktosidase sehingga memudahkan pencernaan laktosa dalam usus dan meningkatkan kualitas nutrisi. Bakteri ini juga diketahui dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Bakteri baik adalah bakteri yang menghasilkan asam laktat, terutama dari golongan Lactobacilli dan Bifidobacteria (jenis bakteri yang dapat menekan pertumbuhan bakteri jahat). Probiotik mengandung sejumlah besar sel hidup dan dapat melakukan metabolisme dalam usus.

Meningkatkan Jumlah Probiotik

Probiotik adalah bakteri yang hidup di dalam usus. Sebagai bakteri yang hidup, probiotik memerlukan makanan. Nutrisi yang sesuai bagi bakteri baik namun tidak cocok dengan bakteri jahat disebut prebiotik. Kombinasi keduanya meningkatkan kesehatan tubuh disebut sinbiotik. Prebiotik mendukung probiotik dan menekan bakteri jahat. Tidak heran banyak produsen makanan dan minuman yang menyertakan kedua bakteri ini dalam makanan atau minuman yang mereka pasarkan.

Para ahli mendefinisikan istilah prebiotik yang diperkenalkan oleh Gibson dan Roberfroid pada 1995 lalu ini sebagai kandungan makanan yang tidak dapat dicerna, yang merangsang pertumbuhan bakteri baik di dalam usus. Prebiotik bisa didapatkan dari serat makanan secara alami, seperti biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran. Bawang bombay, bawang putih, pisang, dan produk olahan kedelai seperti tempe dan tahu juga mengandung prebiotik.

Untuk meningkatkan jumlah bakteri baik, bahan-bahan makanan tersebut bagus untuk dikonsumsi secara teratur. Hanya saja, bagi anak-anak, mengonsumsi bawang, sayuran dan buah, terutama pada usia di bawah satu tahun, pastilah sulit. Prof Agus Firmansyah MD PhD dari Departemen Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mengatakan bahwa air susu ibu (ASI) adalah sumber probiotik terbaik bagi anak.
Manfaat Bakteri Baik di Usus
29/04/2010 in Customer Alert, Info Sehat, Perpustakaan | Tags: Customer Alert, Info Sehat, Perpustakaan
Ada 100 triliun sel-sel bakteri ditubuh dan jumlah ini lebih banyak 10 kali lipat dari jumlah sel-sel manusia. Bakteri beredar di seluruh tubuh mulai dari perut, alat kelamin, kulit dan telinga.
.
Bakteri baik dapat meningkatkan kesehatan atau sebaliknya jika mendapat masalah dari luar tubuh justru bakteri baik akan hilang dan berubah menjadi sakit.
Seperti bakteri baik yang hidup di usus bermanfaat untuk mencegah obesitas, diabetes, asma, alergi dan kanker tenggorokan. Namun pengaruh dari luar seperti pemakaian antibiotik, makanan yang mengandung lemak jahat terkadang mengganggu stabilitas bakteri di usus.
Teori radikal Martin Blaser, ketua departemen kedokteran di New York University Medical School dan mantan presiden Infectious Disease Society of America menuding penyebab obesitas kemungkinan pelakunya adalah bakteri.
Dalam hal ini penggunaan antibiotik yang berlebihan bisa membuat anak-anak menjadi gemuk karena membunuh bakteri sehat yang ada di usus, bakteri ini diperlukan agar pencernaan lebih efisien.
“Saya tidak berpikir penyebabnya adalah makanan tinggi kalori atau kurangnya aktivitas fisik. Tapi akibat mikroba sehat di usus yang menghilang,” ujar Blaser, seperti dikutip dari Forbes, Jumat (22/1/2010).
Teori yang diungkapkan oleh Blaster ini mungkin tidak terdengar gila. Dalam beberapa tahun terakhir memang banyak sekali penelitian ilmiah yang menunjukkan bahwa bakteri di dalam tubuh memiliki dampak mendalam terhadap kesehatan orang tersebut.
Ada 7 cara bakteri baik di usus yang membantu melindungi tubuh manusia, yaitu:
1. Menjaga agar tidak kelebihan berat badan.
Berdasarkan penelitian dari Ruth Ley dari Cornell, orang yang memiliki kelebihan berat badan akan memiliki campuran bakteri yang berbeda di dalam usus. Bakteri baik bisa membantu mencerna karbohidrat kompleks menjadi gandum utuh, yaitu bakteri Bacteroidetes. Sedangkan orang yang kelebihan berat badan akan mengandung lebih banyak bakteri Firmicutes yang menghasilkan banyak kalori dari makanan.
2. Mencegah diabetes.
Menurut studi yang dilakukan oleh Alexander Chervonosky dari University of Chicago dan diterbitkan di Nature melalui rekayasa genetika pada tikus, didapatkan bakteri baik dapat mencegah diabetes. Namun masih belum jelas bakteri apa yang berperan.
3. Membantu obat bekerja dengan baik.
Pada tahun 2008 para peneliti dari Imperial College, London menemukan bahwa individu yang memiliki bakteri tertentu di usus membantu mmetabolisme acetaminophen (bahan aktif dalam Tylenol) lebih lambat. Hal ini bisa membuat seseorang lebih efektif dalam mengonsumsi obat dan mencegah terjadinya efek samping.
4. Mencegah infeksi.
Lapisan dari bakteri yang muncul bisa melindungi seseorang dari sesuatu yang buruk. Dalam uji klinis menunjukkan sunat pada pria yang berisiko tinggi di Afrika bisa menurunkan risiko tertular HIV. Peneliti dari TGEN di Arizona mendapatkan perubahan campuran bakteri pada penis.
5. Sebagai penyembuh di kulit.
Peneliti dari UC-Davis dalam Nature Medicine bulan November lalu melaporkan bakteri tertentu yang hidup pada permukaan kulit dapat memproduksi bahan kimia yang bisa mencegah kulit jadi meradang akibat luka kecil atau memar. Jika kulit membengkak seperti kasus eksim, peneliti menduga karena sistem tersebut sudah rusak.
6. Mencegah kanker tenggorokan.
Bakteri Helicobacter pylori merupakan penyebab utama radang perut sehingga dokter biasanya mengobati dengan antibiotik, tapi H. pylori mungkin masih memiliki dampak positif. Menurut data dari epidemiologis dan laboratorium, bakteri ini bisa melawan beberapa bentuk kanker tenggorokan. Selain itu peneliti dari New York University menemukan campuran bakteri berbeda pada suatu kondisi pra-kanker di esophagus.
7. Melindungi diri dari alergi.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Gary Huffnagle seorang mikrobiologis dari University of Michigan mengungkapkan teori bahwa sistem kekebalan tubuh menggunakan bakteri di usus untuk membantu menghilangkan racun. Ketika sistem ini tidak berfungsi dengan baik, maka bisa menyebabkan alergi.
.
Sumber: DetikHealth
. HIV Bukan Penyebab AIDS?
18/10/2008 in AIDS, Kontroversial, Malpraktek, Perpustakaan | Tags: AIDS, Kontroversial, Malpraktek, Perpustakaan
Tidak ada bukti bahwa HIV penyebab AIDS. Malahan, semua bukti epidemiologi dan mikrobiologi yang jika digabung memberikan kesimpulan bahwa HIV tidak bisa menyebabkan AIDS atau bahkan menyebabkan penyakit lainnya. Konsep bahwa AIDS disebabkan oleh suatu virus bukanlah suatu fakta, tapi suatu keyakinan yang diperkenalkan di konferensi pers tahun 1984 oleh Dr. Robert Gallo, peneliti di National Institutes of Health (NIH). (14)
HIV adalah suatu retrovirus, tipe virus yang dulunya telah dengan serius diteliti selama 2 dekade oleh program kesehatan pemerintah yang berfokus pada virus penyebab kanker. Pandangan akan kanker yang menular dulu populer di era 60-an dan 70-an. Oleh karena retrovirus tidak memiliki mekanisme pembasmi sel, dan kanker merupakan suatu kondisi yang memperlihatkan pertumbuhan sel tidak teratur, tipe virus seperti ini dulunya dianggap sebagai calon penyebab kanker. Namun demikian, orang-orang sehat hidup harmonis dengan tak terhitungnya retrovirus; beberapa ada oleh karena terinfeksi dan sebagian memang sudah ada dari dalam tubuh, diproduksi oleh DNA kita sendiri. (15) Sangat sedikit retrovirus, jika memang ada, yang terbukti menyebabkan penyakit pada manusia.
Di era 80-an ketika CDC, mulai menarik perhatiannya ke AIDS, Gallo dan para peneliti kanker lainnya beralih fokus dari kanker ke dilemma baru yang disebut AIDS, dan para ilmuwan pemerintah yang sama-sama memimpin pencarian virus kanker juga mulai mencari suatu virus yang mungkin jadi penyebab AIDS.
Di 23 April 1984, Gallo mengadakan konferensi pers internasional dengan US Department of Health and Human Services (HHS). Dia memakai forum ini untuk mengumumkan penemuan dia akan suatu retrovirus baru sebagai “penyebab mungkin dari AIDS”. Walaupun Gallo tidak memberikan bukti apapun untuk mendukung asumsi sementara dia, HHS langsung menyatakannya sebagai “keajaiban medis Amerika lainnya… kemenangan ilmu pengetahuan terhadap penyakit mematikan” (16)
Kemudian di hari yang sama, Gallo mempatenkan test antibodi yang sekarang dikenal sebagai “test AIDS”. Keesokan harinya, New York Times mengubah proposal Gallo menjadi suatu kepastian melalui berita halaman muka “Virus Penyebab AIDS”, dan semua pendanaan untuk menyelidiki kemungkinan lain penyebab AIDS langsung dihentikan. (17)
Dengan mengumumkan hipotesisnya kepada media tanpa data yang mencukupi, Gallo telah melanggar aturan fundamental dari proses ilmu pengetahuan. Peneliti pertama-tama harus mempublikasikan bukti untuk suatu hipotesis pada salah satu jurnal ilmu pengetahuan atau kedokteran, serta mendokumentasikan penelitiannya yang ia pakai sebagai dasarnya. Kemudian para ahli akan memeriksa dan mendebat hipotesisnya, serta mencoba menduplikasikan percobaan yang sama dari aslinya, untuk mengkonfirmasi hasil temuan asli. Semua hipotesis baru harus mampu bertahan terhadap penelitian cermat dari para ahli lainnya dan harus sukses diverifikasi melalui percobaan-percobaan sebelum ia dianggap sebagai teori yang benar.
Dalam kasus HIV, Gallo mengumumkan hipotesis yang tidak terkorfirmasi kepada media sebagai suatu fakta yang sudah pasti benar, menyebabkan para pejabat pemerintah mengeluarkan kebijakan kesehatan publik baru berdasarkan pada pernyataan akan virus AIDS yang belum dibuktikan kebenarannya. Beberapa pihak akhirnya membawa hipotesis yang belum terbukti kebenarannya ini menjadi suatu teror akan wabah besar yang mematikan.
Data yang digunakan Gallo untuk membangun hipotesis HIV/AIDS-nya dipublikasikan beberapa hari sesudah pengumumannya. Ketimbang mendukung hipotesis dia, data tersebut memperlihatkan bahwa Gallo tidak sanggup menemukan HIV (secara aktual) pada lebih dari setengah pasien AIDS dalam penelitiannya. (18) Sementara ia sanggup mendeteksi adanya antibodi pada kebanyakan dari mereka, keberadaan antibodi itu sendiri bukanlah indikasi dari infeksi yang baru saja terjadi dan malah sebagai bukti akan adanya reaksi kekebalan terhadap suatu infeksi.
Data yang dia sediakan juga gagal untuk menyediakan penjelasan yang bisa dipercaya akan hal bagaimana retrovirus bisa menyebabkan AIDS. Gallo menyatakan bahwa HIV beraksi dengan menghancurkan sel-sel imun, tapi penelitian selama 70 tahun telah menunjukkan bahwa retrovirus tidak bisa membunuh sel. Dia juga tidak bisa memberikan bukti bahwa HIV berbeda dari retrovirus lainnya yang sebenarnya tidak membahayakan. Pada kenyataannya, semua bukti yang ada sekarang ini malah membuktikan bahwa HIV, sama seperti semua retrovirus lainnya, tidaklah membunuh sel (cytotoxic).

HIV Bukan Penyebab AIDS?
18/10/2008 in AIDS, Kontroversial, Malpraktek, Perpustakaan | Tags: AIDS, Kontroversial, Malpraktek, Perpustakaan
Tidak ada bukti bahwa HIV penyebab AIDS. Malahan, semua bukti epidemiologi dan mikrobiologi yang jika digabung memberikan kesimpulan bahwa HIV tidak bisa menyebabkan AIDS atau bahkan menyebabkan penyakit lainnya. Konsep bahwa AIDS disebabkan oleh suatu virus bukanlah suatu fakta, tapi suatu keyakinan yang diperkenalkan di konferensi pers tahun 1984 oleh Dr. Robert Gallo, peneliti di National Institutes of Health (NIH). (14)
HIV adalah suatu retrovirus, tipe virus yang dulunya telah dengan serius diteliti selama 2 dekade oleh program kesehatan pemerintah yang berfokus pada virus penyebab kanker. Pandangan akan kanker yang menular dulu populer di era 60-an dan 70-an. Oleh karena retrovirus tidak memiliki mekanisme pembasmi sel, dan kanker merupakan suatu kondisi yang memperlihatkan pertumbuhan sel tidak teratur, tipe virus seperti ini dulunya dianggap sebagai calon penyebab kanker. Namun demikian, orang-orang sehat hidup harmonis dengan tak terhitungnya retrovirus; beberapa ada oleh karena terinfeksi dan sebagian memang sudah ada dari dalam tubuh, diproduksi oleh DNA kita sendiri. (15) Sangat sedikit retrovirus, jika memang ada, yang terbukti menyebabkan penyakit pada manusia.
Di era 80-an ketika CDC, mulai menarik perhatiannya ke AIDS, Gallo dan para peneliti kanker lainnya beralih fokus dari kanker ke dilemma baru yang disebut AIDS, dan para ilmuwan pemerintah yang sama-sama memimpin pencarian virus kanker juga mulai mencari suatu virus yang mungkin jadi penyebab AIDS.
Di 23 April 1984, Gallo mengadakan konferensi pers internasional dengan US Department of Health and Human Services (HHS). Dia memakai forum ini untuk mengumumkan penemuan dia akan suatu retrovirus baru sebagai “penyebab mungkin dari AIDS”. Walaupun Gallo tidak memberikan bukti apapun untuk mendukung asumsi sementara dia, HHS langsung menyatakannya sebagai “keajaiban medis Amerika lainnya… kemenangan ilmu pengetahuan terhadap penyakit mematikan” (16)
Kemudian di hari yang sama, Gallo mempatenkan test antibodi yang sekarang dikenal sebagai “test AIDS”. Keesokan harinya, New York Times mengubah proposal Gallo menjadi suatu kepastian melalui berita halaman muka “Virus Penyebab AIDS”, dan semua pendanaan untuk menyelidiki kemungkinan lain penyebab AIDS langsung dihentikan. (17)
Dengan mengumumkan hipotesisnya kepada media tanpa data yang mencukupi, Gallo telah melanggar aturan fundamental dari proses ilmu pengetahuan. Peneliti pertama-tama harus mempublikasikan bukti untuk suatu hipotesis pada salah satu jurnal ilmu pengetahuan atau kedokteran, serta mendokumentasikan penelitiannya yang ia pakai sebagai dasarnya. Kemudian para ahli akan memeriksa dan mendebat hipotesisnya, serta mencoba menduplikasikan percobaan yang sama dari aslinya, untuk mengkonfirmasi hasil temuan asli. Semua hipotesis baru harus mampu bertahan terhadap penelitian cermat dari para ahli lainnya dan harus sukses diverifikasi melalui percobaan-percobaan sebelum ia dianggap sebagai teori yang benar.
Dalam kasus HIV, Gallo mengumumkan hipotesis yang tidak terkorfirmasi kepada media sebagai suatu fakta yang sudah pasti benar, menyebabkan para pejabat pemerintah mengeluarkan kebijakan kesehatan publik baru berdasarkan pada pernyataan akan virus AIDS yang belum dibuktikan kebenarannya. Beberapa pihak akhirnya membawa hipotesis yang belum terbukti kebenarannya ini menjadi suatu teror akan wabah besar yang mematikan.
Data yang digunakan Gallo untuk membangun hipotesis HIV/AIDS-nya dipublikasikan beberapa hari sesudah pengumumannya. Ketimbang mendukung hipotesis dia, data tersebut memperlihatkan bahwa Gallo tidak sanggup menemukan HIV (secara aktual) pada lebih dari setengah pasien AIDS dalam penelitiannya. (18) Sementara ia sanggup mendeteksi adanya antibodi pada kebanyakan dari mereka, keberadaan antibodi itu sendiri bukanlah indikasi dari infeksi yang baru saja terjadi dan malah sebagai bukti akan adanya reaksi kekebalan terhadap suatu infeksi.
Data yang dia sediakan juga gagal untuk menyediakan penjelasan yang bisa dipercaya akan hal bagaimana retrovirus bisa menyebabkan AIDS. Gallo menyatakan bahwa HIV beraksi dengan menghancurkan sel-sel imun, tapi penelitian selama 70 tahun telah menunjukkan bahwa retrovirus tidak bisa membunuh sel. Dia juga tidak bisa memberikan bukti bahwa HIV berbeda dari retrovirus lainnya yang sebenarnya tidak membahayakan. Pada kenyataannya, semua bukti yang ada sekarang ini malah membuktikan bahwa HIV, sama seperti semua retrovirus lainnya, tidaklah membunuh sel (cytotoxic).


Klinik Online – "HEALINDONESIA"
Bersama-sama sembuhkan Indonesia!
• Home
• Ruang Artikel
• Apa Itu Holistik?
• Hubungi Kami
• Ebook
• Ruang Tawa
• Ruang Konsultasi
• Visi & Misi
• Daftar Newsletter HI
• Ruang Belanja
• HIFON
• Subscribe to feed
HIV Bukan Penyebab AIDS?
18/10/2008 in AIDS, Kontroversial, Malpraktek, Perpustakaan | Tags: AIDS, Kontroversial, Malpraktek, Perpustakaan
Tidak ada bukti bahwa HIV penyebab AIDS. Malahan, semua bukti epidemiologi dan mikrobiologi yang jika digabung memberikan kesimpulan bahwa HIV tidak bisa menyebabkan AIDS atau bahkan menyebabkan penyakit lainnya. Konsep bahwa AIDS disebabkan oleh suatu virus bukanlah suatu fakta, tapi suatu keyakinan yang diperkenalkan di konferensi pers tahun 1984 oleh Dr. Robert Gallo, peneliti di National Institutes of Health (NIH). (14)
HIV adalah suatu retrovirus, tipe virus yang dulunya telah dengan serius diteliti selama 2 dekade oleh program kesehatan pemerintah yang berfokus pada virus penyebab kanker. Pandangan akan kanker yang menular dulu populer di era 60-an dan 70-an. Oleh karena retrovirus tidak memiliki mekanisme pembasmi sel, dan kanker merupakan suatu kondisi yang memperlihatkan pertumbuhan sel tidak teratur, tipe virus seperti ini dulunya dianggap sebagai calon penyebab kanker. Namun demikian, orang-orang sehat hidup harmonis dengan tak terhitungnya retrovirus; beberapa ada oleh karena terinfeksi dan sebagian memang sudah ada dari dalam tubuh, diproduksi oleh DNA kita sendiri. (15) Sangat sedikit retrovirus, jika memang ada, yang terbukti menyebabkan penyakit pada manusia.
Di era 80-an ketika CDC, mulai menarik perhatiannya ke AIDS, Gallo dan para peneliti kanker lainnya beralih fokus dari kanker ke dilemma baru yang disebut AIDS, dan para ilmuwan pemerintah yang sama-sama memimpin pencarian virus kanker juga mulai mencari suatu virus yang mungkin jadi penyebab AIDS.
Di 23 April 1984, Gallo mengadakan konferensi pers internasional dengan US Department of Health and Human Services (HHS). Dia memakai forum ini untuk mengumumkan penemuan dia akan suatu retrovirus baru sebagai “penyebab mungkin dari AIDS”. Walaupun Gallo tidak memberikan bukti apapun untuk mendukung asumsi sementara dia, HHS langsung menyatakannya sebagai “keajaiban medis Amerika lainnya… kemenangan ilmu pengetahuan terhadap penyakit mematikan” (16)
Kemudian di hari yang sama, Gallo mempatenkan test antibodi yang sekarang dikenal sebagai “test AIDS”. Keesokan harinya, New York Times mengubah proposal Gallo menjadi suatu kepastian melalui berita halaman muka “Virus Penyebab AIDS”, dan semua pendanaan untuk menyelidiki kemungkinan lain penyebab AIDS langsung dihentikan. (17)
Dengan mengumumkan hipotesisnya kepada media tanpa data yang mencukupi, Gallo telah melanggar aturan fundamental dari proses ilmu pengetahuan. Peneliti pertama-tama harus mempublikasikan bukti untuk suatu hipotesis pada salah satu jurnal ilmu pengetahuan atau kedokteran, serta mendokumentasikan penelitiannya yang ia pakai sebagai dasarnya. Kemudian para ahli akan memeriksa dan mendebat hipotesisnya, serta mencoba menduplikasikan percobaan yang sama dari aslinya, untuk mengkonfirmasi hasil temuan asli. Semua hipotesis baru harus mampu bertahan terhadap penelitian cermat dari para ahli lainnya dan harus sukses diverifikasi melalui percobaan-percobaan sebelum ia dianggap sebagai teori yang benar.
Dalam kasus HIV, Gallo mengumumkan hipotesis yang tidak terkorfirmasi kepada media sebagai suatu fakta yang sudah pasti benar, menyebabkan para pejabat pemerintah mengeluarkan kebijakan kesehatan publik baru berdasarkan pada pernyataan akan virus AIDS yang belum dibuktikan kebenarannya. Beberapa pihak akhirnya membawa hipotesis yang belum terbukti kebenarannya ini menjadi suatu teror akan wabah besar yang mematikan.
Data yang digunakan Gallo untuk membangun hipotesis HIV/AIDS-nya dipublikasikan beberapa hari sesudah pengumumannya. Ketimbang mendukung hipotesis dia, data tersebut memperlihatkan bahwa Gallo tidak sanggup menemukan HIV (secara aktual) pada lebih dari setengah pasien AIDS dalam penelitiannya. (18) Sementara ia sanggup mendeteksi adanya antibodi pada kebanyakan dari mereka, keberadaan antibodi itu sendiri bukanlah indikasi dari infeksi yang baru saja terjadi dan malah sebagai bukti akan adanya reaksi kekebalan terhadap suatu infeksi.
Data yang dia sediakan juga gagal untuk menyediakan penjelasan yang bisa dipercaya akan hal bagaimana retrovirus bisa menyebabkan AIDS. Gallo menyatakan bahwa HIV beraksi dengan menghancurkan sel-sel imun, tapi penelitian selama 70 tahun telah menunjukkan bahwa retrovirus tidak bisa membunuh sel. Dia juga tidak bisa memberikan bukti bahwa HIV berbeda dari retrovirus lainnya yang sebenarnya tidak membahayakan. Pada kenyataannya, semua bukti yang ada sekarang ini malah membuktikan bahwa HIV, sama seperti semua retrovirus lainnya, tidaklah membunuh sel (cytotoxic).

Bakteri Probiotik Meningkatkan Sistem Imunitas Tubuh
07-10-2009
Istilah probiotik dikenal pada abad ke-20 dari teori seorang ilmuwan Rusia yang bernama Elie Metchnikoff, teori tersebut diberi penghargaan berupa hadiah Nobel. Menurut FAO (Food and Agriculture Organization), probiotik adalah suatu mikroorganisme hidup yang bermanfaat bagi kesehatan inang (baik itu hewan maupun manusia).
Prinsip kerja probiotik yaitu dengan memanfaatkan kemampuan mikroorganisme tersebut dalam menguraikan rantai panjang karbohidrat, protein dan lemak. Kemampuan ini diperoleh karena adanya enzim-enzim khusus yang dimiliki oleh mikroorganisme untuk memecah ikatan.
Pemecahan molekul kompleks menjadi molekul sederhana mempermudah penye-rapan oleh saluran pencernaan manusia. Di sisi lain, mikroorganisme pemecah ini mendapat keuntungan berupa energi yang diperoleh dari hasil perombakan molekul kompleks. Demikian kutipan artikel Manfaat Bakteri Probiotik untuk Kesehatan Manusia yang ditulis oleh Sinta Sasika Novel, Mahasiswa Biologi, FMIPA dan Ratu Safitri, Dosen Mikrobiologi, FMIPA, Universitas Padjadjaran, Bandung, dalam majalah MEDICINUS, edisi September- November 2009, halaman 122.
Bakteri probiotik memiliki banyak manfaat untuk kesehatan manusia diantaranya dalam sistem imunitas, sistem intestinal, sistem urogenital, menurunkan efek alergi, dan manfaat-manfaat lainnya. Pada sistem imunitas, probiotik bertanggung jawab dalam merangsang daya ttahan tubuh baik selular maupun humoral sehingga dapat melindungi tubuh dari berbagai infeksi. Sistem imunitas menyediakan pertahanan utama melawan mikroorganisme patogen. Penurunan sistem imunitas dapat menyebabkan penyakit tertentu seperti kanker, AIDS, leukemia. Penyakit autoimun seperti rematik dan penyakit radang usus juga dapat terjadi bila sistem imunitas tidak berjalan dengan sempurna.
Kultur bakteri probiotik pada beberapa penelitian dapat meningkatkan rangsang spesifik dan nonspesifik sehingga dapat mengaktifkan makrofag, meningkatkan sitokinesis, meningkatkan aktivitas sel pembunuh alami, dan meningkatkan imunoglobulin. Efek bio-logik yang berhubungan dengan sistem imunitas adalah kemampuan bakteri probiotik melawan bakteri dan virus patogen dan mencegah tumor.
Hal ini diduga karena probiotik dapat memperbaiki sistem metabolisme mikroflora sehingga dapat mengurangi jumlah bakteri patogen. Penelitian lain melaporkan bahwa dengan mengonsumsi probiotik yang mengandung Lactobacillus GG maka akan merangsang fagositosis dalam meningkatkan sistem imunitas. Artikel lenkap dapat dibaca di: http://www.dexa-medica.com/supportandservices/healthcareprofessionals/. Sumber; Medicinus. Vol.22, No.3. September-November 2009.

METABOLISME DAN KLASIFIKASI BAHAN MAKAN

METABOLISME DAN KLASIFIKASI
BAHAN MAKAN



PENGERTIAN METABOLISME.
Merupakan perubahan kimiawi yg terjadi dlm tubuh utk pelaksanaan berbagai fungsi vitalnya.Setiap sel terdiri dari PROTOPLASMA yg mempunyai kemampuan utk mengambil oksigen & keperluan lainnya disamping itu menyisihkan bahan tertentu sbg bahan buangan termasuk KARBOHIDRAT.Dlm masa pertumbuhan ANABOLISME akan bekerja lebih kuat,sedangkan pada waktu kelaparan a/penyakit terdapat KATABOLISME lebih dominan.
KECEPATAN METABOLISME.
Basal metabolisme merupakan jumlah keseluruhan aktivitas metabolisme dalam keadaan istirahat fisik & mental dalam hal ini oksigen diperlukan sedikit karena jaringan bekerja paling sedikit.kecepatannya diukur pada orang istirahat,sebelum makan,sebelum minum &malam hari.
FAKTOR YG MEMPENGARUHI KECEPATAN METABOLISME:
1.Ukuran tubuh
2.Umur
3.Jenis kelamin
4.Iklim
5.Jenia pekerjaan.
Ketegangan saraf juga merupakan faktor penting yang mempengaruhi pernafasan & kerja jantung.
Kalori di dalam tubuh digunakan untuk menghindari berat badan,mempertahankan suhu tubuh dan membiarkan persedian untuk aktifitas fungsional semua sel jaringan,kelenjar & organ.


PROSES METABOLISME

*METABOLISME HIDRATARANG
Sebagai hasil dari pencernaan dan ABSORPSI GULA dan zat tepung yg ada dalam darah berupa glukosa ,jumlah gula dlm darah normal 100 mg glukosa dalam 1 cm darah. Amilase mengubah semua zat tepung menjadi MALTOSA.
ABSORPSI
Didalamjaringan trjdi oksidasi karbohidrat u/menyediakan panas&energi.Kelebihannya disimpan sbg lemak,penambahan berat badan.
*METABOLISME LEMAK.
Lemak yg tdk segera diperlukan setelah absorpsi disimpan o/tubuh dlm jaringan ADIPOSA.Bila lemak tlh dimetabolisme dihati maka akan trdpt ampas berupa zat keton yg hanya terbatas dpt digunakan,kalau banyak dihasilkan dihati maka akan mnjadi kalori dlm darah,hal ini trjadi wkt kelaparan.Pencernaan LIPASE lambung menghasilkan sedikit hidrolisa lemak,lipase pankreas dan lipase usus memecah lemak mnjadi GLISERIN dan asam lemak.ABSORPSI GLISERIN dan asam lemak o/laktealdisalurkan keduktus masuk kealiran darah kemudian dialirkan kesetiap jaringan tubuh.
PRODUKSI BUANGAN HASIL PEMBAKARAN LEMAK DLM JARINGAN DIEKSRESIKAN O/ ;
-Paru paru dlm bentuk air dan karbondioksida.
-Kulit dlm bentuk keringat.
-Ginjal slm bentuk air seni.
-Jalan pencernaan dlm bentuk feses.
*METABOLISME PROTEIN.
Sejumlah besar asam amino dibentuk sbg hasil pemecahan protein bila kelebihan protein maka kelebihan asam amino pd metabolism dlm hati utk mengeluarkan nitrogen.hanya karbon,hydrogen dan oksigen dpt digunakan utk memproduksi panas dan energy.
PROSES PENCERNAAN METABOLISME PROTEIN MELIPUTI ;
1.Dalam lambung,pepsin dan asam lambung(HCL) mengubah protein menjadi PEPTON,renin menghasilkan kasein dari kasinogen dan pepsin HCL(asam lambung) mengubah kasein mnjadi pepton.
2.Dalam usus TRIPSIN memecah protein dan pepton mnjadi POLIPEPTIDA ERIPSIN polipeptida mnjadi asam amino.Sel tubuh memisahkan asam amino yg khusus setiap sel utk perbaikan dan pertumbuhan.
PENGENDALIAN METABOLISME.
Mekanisme pengendalian berfungsi utk memastikan bahwa setiap sel tdk hanya berfungsi sbg unit saja melainkan juga sbg bagian dari sebuah organisasi tubuh.
Dua pemgemdalian yg penting ;
-SISTEM PERSARAFAN PUSAT TAK SADAR; apa bila sekelompok otot tdk dipersarafi maka akan terlihat kelumpuhan pd anak anak otot dan berhenti berfungsi akibatnya pertumbuhan terhambat.
-ORGAN ENDOKRIN; menghasilkan zat yg bersifat kimiawi yg memelihara kesehatan tubuh dan menimbulkan aktivitas metabolisme berkurang.sebaiknya sekresi diperbesar metabolisme berjalan dgn kecepatan tinggi.
CARA MEMPERTAHANKAN SUHU TUBUH
Suhu normal dipertahankan dgn imbangan yg tepat antara panas yg dihasilkan dan panas yg dihilangkan,hal ini dikendalikan o/pusat pengatur panas dlm NIPOTALAMUS yg sgt peka trhdp suhu dari darah.panas dihasilkan o/ aktivitas metabolic dlm otot,tulang dan hati.u/ mempertahankan produksi panas yg normal diperlukan jmlh bahan bakar yg tepat.panas berlebihan bisa disebabkan o/kombinasi suhu luar kegiatan fisik dan keringat.pelepasan panas dirangsang o/VASODILATASI (Pelebaran) pembuluh darah pd kulit akibat pengekuaran keringat.Suhu turun terjadi krn vasokontriksi berlangsung lama.
KLASIFIKASI BAHAN MAKANAN
Keadaan tiap tiap mahluk hidup trgantung pd kehidupan tiap sel bagiannya dan tiap tiap sel harus mndpt makanan yg dibawa o/darah dari luar tubuh mennurut keperluan drpd tiap tiap sel tsb.
Klasifikasi bahan makanan terdiri dari;
PROTEIN
Protein merupakan kelompok makanan yg mengandung nidrogen,berguna utk pertumbuhan,perbaikan dan pertumbuhan baru.
Jenis protein terdiri dari;
1.Protein kelas A semua protein hewani;
-Miosin dlm daging ikan.
-Albumin dlm putih telur dari susu dan darah dlm daging.
-Kasinogen trdpt dlm susu apabila dibekukan dan dlm keju.
-Globulin sejenia globulin darah.
-Vitelin zat mirip globulin trdpt dlm kuning telur.
2.Protein kelas B protein nabati berasal dari tumbuh-tumbuhan;
-Glutein protein dari gandum dan sejenianya.
-Ligumen sejenis kacang-kacangan (buncis,kacang polong dan kedele).
Protein dibangun atas kombinasi asam amino dan dlm proses pencernaan setiap protein dipecah o/ enzim-enzim dlm bgai asam amino.kebutuhan protein dpt digunakan o/ jaringan tubuh 80-100gram dibutuhkan dlm susunan makanan normal setiap hari.
HIDRAT ARANG (KARBOHIDRAT)
Kelompok makanan ini menyediakan panas dan energy u/ tubuh,karbon dan oksigen membentuk karbon dioksida yg menghasilkan energi.
JENIS ZAT KARBOHIDRAT,terdiri atas;
1.Zat tepung,terutama diambil dari tanaman hijau dan kemudian disimpan dlm batang,akar dan baji-bijian ;
a)Butir-butir gandum,jagung,terigu,beras dan sagu.
b)Akar umbi-umbian misalnya kentang.
c)Selulosa jenis tepung yg dijumpai dlm batang dan tangkai tanaman misalnya sagu.
d)Glikogen ad/ zat tepung yg berasal ari hewani,trdpt dlm otot dan hati.
2.Zat gula,kecuali laktosa a/ gula susu semua diambil dari bahan dlm tumbuh-tumbuhan;
a)Sakarosa,gula tebu dan gula umbi-umbian
b)Maltosa,yg terbentuk krn hidrolisa zat tepung.
c)Dekstrosa a/ glukosa,gula buah-buahan dan madu.
KELOMPOK KARBOHIDRAT,terdiri dari;
1.Monosakarida,sakarida tunggal misalnya fruktosa dan galaktosa.
2.Disakarida,sakarida rangkap dua misalnya sukrosa,maltose dan laktosa.
3.Polisakarida ialah karbohidrat seperti tepung dan selulosa.
GLIKOGEN merupakan hasil perubahan larutan sakarida tunggal dlm tubuh yg menjadi zat tepung hewani dan merupakan bentuk karbohidrat yg dpt disimpan dlm hati dan otot saat diperlukan dan dlm keadaan tertentu glikogen hati dpt diubah kembali mnjadi monosakarida biasa.
LEMAK
Diambil dari sumber hewani dan nabati,lemak terdiri dari karbon,hydrogen dan oksigen.Contoh;lemak hewani,susu,mentega,keju dan kuning telur.Guna lemak dlm tubuh sama dgn karbohidrat menghasilkan panas dan energi.Lemak dan karbohidrat merupakan makanan yg mnjadi sumber bahan bakar.
AIR
Air sngt penting bagi kesehatan,dua pertiga dari berat tubuh terdiri dari air.Air merupakan bagian yg besar dari jaringan yg berfungsi u/ melarutkan berbagai zat,membantu perubahan kimiawi dlm zat pencernaan.Sejmlh air dlm tubuh jg dipero/ dari hasil oksidasi makanan.
Tiap hari air diterima. Dikeluarkan.
Dari air minum Sebagai urin 1.500 ml
Air dlm makanan Melalui kulit 500 ml
Proses oksidasi Melalui pernafasan 400 ml
Dalam feses 200 ml
Keseimbangan air dlm tubuh,harus dipertahankan supaya yg masuk dan keluar dibuat seimbang.pd beberapa penyakit;
-Diabetes melitus urin lbh banyak keluar sehingga orgnya akan mnjadi haus dan banyak minum.
-Edema,kelebihan air yg diterima sedangkan pengurangan berkurang.
-Dehidrasi,pengeluaran cairan lbh banyak sedangkan pemasukan berkurang.
GARAM-GARAM
Garam kalsium,disediakan o/ susu,keju,kuning telur dan sayuran khusus kol dan wortel,bahan ini diperlukan o/ semua jaringan dibawa o/ darah dan penggunaannya o/ sekresi paratiroid diperlukan u/ pembentukan tulang gigi dan u/ pembekuan darah.
Garam belerang,disediakan o/ semua bahan protein yg penting u/ kesehatan setiap jaringan.
Garam zat besi,trdpt dlm daging,telur,keju,roti dan sayuran hijau,ini diperlukan u/ pembentukan hemoglobin dan mengikat oksigen mendistribusikannya keseluruh tubuh,kekurangannya menimbulkan anemi kekurangan zat besi.
Garam natrium klorida trdpt dlm sebagian makanan dan garam dapur natrium klorida,ini merupakan garam yg besar,banyak dijumpai dlm cairan ekstraselulan.
Garam kalium,trdpt hampir semua makanan yg mengandung protein,garam ini sngt bnyak dijumpai dlm cairan jaringan instraseluler.
Garam fosfor,trdpt dlm susu,kuning telur,telur ikan dan sayuran berwarna hijau,trdpt disetiap jaringan tubuh penting u/ energy otot dan energi saraf serta membuat susunan yg tepat bagi jaringan keras seperti tulang dan gigi.
Garam yodium,trdpt dlm bahan hasil laut dan tumbuh-tumbuhan dekat laut,yodium dlm tubuh mengatur keseimbangan metabolisme yg dirangsang o/ sekresi kelenjar tiroid.
VITAMIN
Merupakan unsur penting u/ hidup,kesehatan dan pertumbuhan diperlukan u/ metabolisme tubuh.
Vitamin ini diklasifikasikan menurut daya larutnya;
-Vitamin yg larut dlm lemak
-Vitamin yg larut dlm air.Umumnya vitamin diserap dlm usus halus.
Vitamin yg larut dlm lemak,mencakup vitamin A,D,E dan K.
1) Vitamin A,dijumpai dlm minyak,hati,susu dan makanan hasil peternakan beberapa ikan berlemak.Kekurangan vitamin A menyebabkan kerusakan epithelium dan mudah terkena infeksi,mengakibatkan buta ayam (buta senja) yg dikenal sbg seroptalmia.
2) Vitamin D (kalsiferol),dihasilkan o/ hasil kerja sinar ultra violet atas ergosterol yg tlh disinari cahaya,vitamin ini dijumpai dlm minyak,hati,ikan,telur,mentega dan ikan berlemak.Kekurangan vitamin D menyebabkan penyakit riketsia pd bayi dan osteomalasia pd org dewasa.
3) Vitamin E, ditemukan dlm minyak biji gandum kuning telur,susu dan sayuran hijau.Vitamin E dikenal sbg vitamin anti (anti kemandulan).
4) Vitamin K,ditemukan dlm bayam,kedelei dan hati.Diperlukan u/ protombin,kekurangan vitamin K mengakibatkan perpanjangan wkt pembekuan darah,penyakit hemoragik pd bayi baru lahir dan bila ada azat empedu dlm darah seperti pd ikterus krn obstruksi (sumbatan).
Vitamin yg larut dlm air,mencakup B1,B komplek (B2,B6,B12) vitamin C dan vitamin P.
1) Aneurin (tiamin) a/ B1,dijumpai dlm semua jenis gandum,kacang-kacangan,hati,telur dan ragi.Vitamin B1 ad/ vitamin anti beri-beri yg penting utk metabolisme karbohidrat.
2) Ribofllavin (B2),dijumpai dlm biji gandum,susu,hati,kedelei,kacang kapri dan sejenisnya,kekurangannya mengakibatkan dermatitis,bibir dan hidung terbelah-belah.
3) Piridoksin (B6),dijumpai dlm daun hijau,garis hati dan ginjal,vitamin ini berhubungan dgn pembentukan sel darah merah normal dan metabolisme serabut saraf.
4) Vitamin B12,dijumpai dlm hati digunakan dlm pengobatan anemi,vitamin yg termasuk vitamin B komplek;kolin,asam pantotenik,asam para amino benzoit.
5) Vitamin C ad/ vitamin anti skorbut,dijumpai dlm buah-buahan khususnya dlm jeruk dan sayuran.Penting utk perkembangan yg sehat bagi semua jaringan ikat,menambah kekebalan trhdp infeksi dan membantu penyembuhan luka dan fraktur,kekurangan vitamin ini menyebabkan penyakit skorbut.
6) Vitamin P (hesperidin) dijumpai jenis jeruk dan daun hijau,mempertahankan kapiler yg normal,kekurangan vitamin ini menimbulkan pendarahan bawah kulit.

KELAINAN KROMOSOM

KELAINAN-KELAINAN KROMOSOM DAN GENETIK



KELAINAN KROMOSOM
Kromosom adalah untaian material genetik yang terdapat didalam setiap sel mahkluk hidup. Setiap sel yang normal mempunyai 46 kromosom yang terdiri dari 22 pasang kromosom non-sex (kromosom 1s/d kromosom 22) dan 1 pasang kromosom sex (kromosom X dan Y) yang menentukan jenis kelamin.
Kromosom juga berfungsi untuk membawa informasi genetik yang sangat menentukan proses pertumbuhan dan perkembangan janin dan juga fungsi tubuh untuk kehidupan sehari-hari. Proses pertumbuhan ini meliputi pembentukan protein-protein tubuh, sehingga kelainan genetik atau struktur dan jumlah kromosom akan sangat mempengaruhi pembentukan protein-protein tubuh dan dapat mengakibatkan pertumbuhan dan perkembangan janin atau bayi yang tidak normal.
Setiap orang mendapatkan 1 dari tiap pasangan kromosom dari ayahnya dan 1 dari ibunya, dengan kata lain setiap orang mendapatkan 23 kromosom dari ayah (dibawa oleh sperma) dan 23 kromosom dari ibunya (dibawa oleh sel telur), yang kemudian total menjadi 46 kromosom (23 pasang) setelah pembuahan.

• KELAINAN-KELAINAN GEN DAN KROMOSOM
KETIDAKNORMALAN GEN DAN KROMOSOM
Para pakar genetika dan ahli perkembangan telah mengidentifikasi sejumlah masalah yang disebabkan oleh kelainan gen atau kromosom utama.
Beberapa kelainan gen atau kromosom utama:
1. Phenylketonuria (PKU), adalah suatu kelainan genetic yang menyebabkan individu tidak dapat secara sempurna memetabolismekan protein. PKU dewasa ini mudah dideteksi, tetapi kalau tetap tidak tersembuhkan, dapat menyebabkan keterbelakangan mental dan hiperaktif. Bila terdeteksi, kelainan disembuhkan dengan diet untuk menjaga zat racun yang masuk ke dalam system saraf. PKU melibatkan suatu gen resesif dan terjadi kira-kira sekali pada setiap 10.000 hingga 20.000 kelahiran hidup.
2. Down Syndrome, suatu bentuk keterbelakangan mental yang secara genetic paling umum diturunkan, disebabkan oleh munculnya suatu syndrome tambahan (ke-47). Kenapa kromosom tambahan itu ada? Kemungkinan kesehatan sperma dan sel telur ikut terlibat. Penderita Down Syndrome memiliki wajah yang bundar, tengkorak yang rata, lipatan kulit tambahan sepanjang kelopak mata, lidah yang menonjol keluar, tungkai dan lengan pendek, dan keterbelakangan kemampuan motorik dan mental.
Penyembuhan : pembedahan, intervensi awal, perangsangan bayi, dan program belajar khusus.
3. Anemia Sel Sabit (Sickle-cell anemia), kelainan darah yang menghambat pasokan oksigen tubuh. Dapat menyebabkan pembengkakan tulang persendian, krisis sel sabit, kegagalan jantung dan ginjal. Sel darah merah biasanya berbentuk seperti cakram atau piringan hitam. Sel-sel ini mati dengan cepat sehingga terjadi anemia dan kematian individu secara dini.
Penyembuhan : penisilin, pengobatan menghilangkan rasa sakit, antibiotic, transfuse darah.
4. Klinefelter Syndrome, suatu kelainan genetic di mana laki-laki memiliki kromosom X tambahan. Menyebabkan susunan kromosomnya menjadi XXY sebagai ganti XY. Pertambahan kromosom ini menyebabkan abnormalitas fisik. Buah pelir laki-laki yang mengidap kelainan ini tidak berkembang dan biasanya mereka memiliki buah dada yang besar dan menjadi tinggi.
Penyembuhan : terapi hormon
5. Turner Syndrome, perempuan kehilangan satu kromosom X, menyebabkan susunan kromosomnya menjadi XO sebagai ganti XX. Syndrome ini menyebabkan abnormalitas fisik, keterbelakangan mental, dan tidak berkembang secara seksual.
Penyembuhan : terapi hormone
6. Anencephaly, kelainan pembuluh saraf yang menyebabkan otak dan tengkorak cacat; kebanyakan anak-anak meninggal pada saat kelahiran.
Penyembuhan : pembedahan
7. Cystic fibrosis, disfungsi kelenjar yang mempengaruhi produksi getah; pernapasan dan pencernaan terhambat, mengakibatkan pendeknya masa hidup.
Penyembuhan : terapi fisik dan oksigen, synthetic enzymes, dan antibiotic
8. Spina Bifida, kelainan saluran saraf yang menyebabkan abnormalitas tulang belakang dan otak.
Penyembuhan : pembedahan korektil pada saat kelahiran, alat ortopedi, dan terapi fisik/medik
9. Thalassemia, kelompok kelainan darah bawaan yang menyebabkan gejala kuran darah yang mulai lesu dan lemah hingga kegagalan hati.
Penyembuhan : tranfusi darah dan antibiotic

PENYEBAB DARIPADA KELAINAN KROMOSOM

Kelainan kromosom pada janin bisa diturunkan dari salah satu orang tua yang membawa kelainan kromosom, bisa juga terjadi secara spontan (dengan sendirinya) pada saat proses reproduksi. Usia ibu pada saat hamil juga salah satu faktor penyebab kelainan kromosom. resiko terjadinya kelainan kromosom pada janin adalah 4 kali lebih besar jika ibu berusia 35 tahun atau lebih.


ADA BERAPA JENIS PENYAKIT YANG DISEBABKAN OLEH KELAINAN KROMOSOM

Ada 2 jenis kelainan kromosom, yaitu:
1) Kelainan pada jumlah kromosom, dimana terdapat jumlah kromosom yang berlebihan (disebut dengan trisomi), seperti adanya kromosom yang berjumlah 3 untai (seharusnya hanya 2 untai atau sepasang) atau jumlah kromosom yang berkurang (disebut dengan monosomi), yaitu ada kromosom yang jumlahnya hanya 1 untai.
2) Kelainan pada struktur kromosom, diantaranya adalh delesi pada kromosom yang menyebabkan kromosom lebih pendek dari kromosom normal, insersi pada kromosom yang menyebabkan kromosom lebih panjang dari normal dan berpindahnya bagian satu kromosom ke bagian kromosom yang lain atau yang disebut dengan translokasi.

Kelainan kromosom yang paling sering diketemukan pada bayi adalah trisomi, yaitu trisomi 13 (sindroma patau), trisomi 18 (sindroma Edward) dan trisomi 2 (sindroma Down). Definisi dan gejala daripada penyakit-penyakit kelainan kromosomal tersebut adalh sebagai berikut:
 Trisomi 13 (sindroma Patau),
Trisomi 13 atau sindroma Patau disebabkan oleh adanya 3 untai kromosom 13 pada tiap sel penderita, sehingga jumlah total kromosom pada tiap selnya adalah 47. Kelainan ini dapat menyebabkan gangguan berat pada perkembangan otak, jantung, ginjal, bibir dan rongga mulut (bibir sumbing) juga pertumbuhan jari tangan dan kaki. Namun kelainan ini sangat jarang terjadi dengan frekuensi 1 dari 8000 sampai 10.000 bayi yang lahir dan biasanya jika gejalanya sangat berat dapat menyebabkan kematian beberapa jam atau beberapa minggu setelah kelahiran.

 Trisomi 18 (sindroma Edward)
Trisomi 18 atau sindroma Edward disebabkan oleh adanya 3 untai kromosom 18 pada tiap sel penderita. Berlebihnya jumlah kromosom 18 ini jarang terjadi dengan frekuensi 1 dari 1500 bayi yang lahir dan gejalanya adalah retardasi mental berat, gangguan pertumbuhan, ukuran kepala dan pinggul yang kecil, dan kelainan pada tangan dan kaki.

 Trisomi 21 (sindroma Down)
Trisoma 21 atau yang disebut sindroma Down adalah kelainan kromosom yang paling sering terjadi dengan frekuensi 1 dari 700 bayi lahir dan bahkan lebih sering terjadi pada ibu yang hamil pada usia (>35 tahun). Pada penderita sindroma Down terdapat tiga untai kromosom 21. Jumlah kromosom 21 yang berlebih ini mengakibatkan gejala-gejala seperti retardasi mental, kelainan jantung bawaan, berat badan bayi yang kurang normal, pendengaran dan penglihatan berkurang, otot-otot melemah (hipotonia) dan kecenderungan menderita kanker sel daerah putih (leukemia).

contoh kelainan kromosom
Kelainan-kelainan kromosom sex
Perkembangan seksual




Kromosom X dan Y

• Ditemukan pada akhir tahun 1800
• Kromosom X & Y memiliki struktur yang
sangat spesifik
• Keduanya terlibat dalam proses dasar
penentuan seks


Kromosom Y

• Pada Meiosis pria, kromosom X dan Y berpasangan
secara normal diujung lengan pendeknya dan
melakukan rekombinasi di daerah yang disebut
PSEUDOAUTOSOMAL REGION
• Disebut PSEUDOAUTOSOMAL REGION karena pada
daerah ini kromosom X dan Y homolog melakukan
rekombinasi homolog seperti pada kromosom
autosom


Kromosom Y
pada gambar di bawah ini
• Jumlah gen pada
kromosom Y adalah yang terkecil yaitu ~231gen
• Kromosom 1 (kromosom terbesar) memiliki ~2968 gen
• Secara keseluruhan, thehuman genome = ~30.000 gen

Kromosom X
• Memiliki hampir 10% dari total human genome
• Kelainan-kelainan terkait kromosom X dapat ditelusuri melalui Family Pedigree
• Memiliki XIST Gene (Inactive X (Xi) – Specific Transcript ) yang menandai pusat inaktivasi X atau yang disebut X – Inactivation Center (XiC)


KELAINAN GENETIK

kelainan genetik adalah sebuah kondisi yang disebabkan oleh kelainan oleh satu atau lebih gen yang menyebabkan sebuah kondisi fenotipe klinis. Beberapa penyebab penyakit genetik antara lain:
Ketidaknormalan jumlah kromosom seperti dalam sindrom Down (adanya ekstra kromosom 21) dan sindrom Klinefelter (laki-laki dengan 2 kromosom X).
Mutasi gen berulang yang dapat menyebabkan sindrom X rapuh atau penyakit Huntington. Gen rusak yang diturunkan dari orang tua. Dalam kasus ini, penyakit genetik juga dikenal dengan istilah penyakit keturunan. Kondisi ini terjadi ketika individu lahir dari dua individu sehat pembawa gen rusak tersebut, tetapi dapat juga terjadi ketika gen yang rusak tersebut merupakan gen yang dominan.


KESIMPULAN

Kelainan kromosom adalah adanya kelainan untaian material genetik yang terdapat didalam setiap sel mahkluk hidup. yang terjadi pada janin bisa diturunkan dari salah satu orang tua yang membawa kelainan kromosom, bisa juga terjadi secara spontan (dengan sendirinya) pada saat proses reproduksi.
kelainan genetik adalah sebuah kondisi yang disebabkan oleh kelainan oleh satu atau lebih gen yang menyebabkan sebuah kondisi fenotipe klinis.

Penyebab radang tenggorokan

Penyebab radang tenggorokan :


Masing-masing karena infeksi, iritasi, dan alergi. Gejalanya dapat berupa rasa sakit di bagian tersebut, susah menelan, susah bernapas, batuk, dan demam. “Ada kalanya terjadi pembengkakan di leher,” ujar Cita.Infeksi yang menyebabkan radang tenggorokan, lanjutnya, bisa bersumber dari 3 hal, yakni kesehatan mulut dan gigi, amandel sebagai sumber infeksi, dan sinusitis. Kurang menjaga kebersihan bagian mulut, khususnya gigi, dapat menyebabkan radang tenggorokan. Gigi yang busuk atau berlubang menjadi tempat berkumpulnya kuman. Kuman inilah yang kemudian masuk ke dalam tenggorokan dan menyebabkan infeksi. “Untuk mencegahnya, harus rajin menjaga kebersihan mulut dan gigi. Kalau ada gigi yang busuk atau berlubang, harus langsung ditangani. Misalnya, ditambal atau dicabut.”
Infeksi pada amandel juga dapat menyebabkan terjadinya radang tenggorokan. Amandel sebenarnya sangat berfungsi pada anak usia 4 10 tahun karena ia merupakan bagian dari pertahanan tubuh. Terutama pernapasan bagian atas. Amandel yang sudah tidak berfungsi lagi akan menjadi tempat berkumpulnya kuman sehingga menyebabkan infeksi pada tenggorokan. (lihat bagian radang amandel).
Sumber ketiga penyebab infeksi tenggorokan adalah sinusitis. “Setiap orang punya beberapa pasang organ yang disebut sinus paranasal, ada di pipi, di dekat mata, di dahi, dan di dekat otak. Jika organ ini meradang, itu yang disebut sinusitis,” terang Cita. Pada orang dengan sinusitis kronis, lendir akan terus-menerus mengalir di belakang tenggorokan dan hidung. Hal ini menimbulkan iritasi ke tenggorokan dan menyebabkan radang. Radang tenggorokan karena infeksi harus ditangani dengan menyembuhkan sumbernya. “Kalau infeksinya karena gigi, ya, giginya yang ditangani. Demikian juga amandel dan sinusitis. Jika radang tenggorokannya diobati, namun gigi, amandel, atau sinusitis sebagai sumber infeksi tidak ditangani, ya, percuma. Radang tenggorokannya akan kembali lagi, berulang terus,” ungkap Cita.Selain kuman, radang tenggorokan juga dapat terjadi karena virus, yaitu saat pilek dan flu. Namun, radang tenggorokan akibat pilek dan flu akan hilang dengan sendirinya, seiring sembuhnya penyakit tersebut. “Flu ringan dapat berlomba dengan daya tahan tubuh. Artinya, kalau daya tahan tubuh bagus, dia akan membuat pagar sendiri sehingga tidak selalu perlu antibiotik. Tapi, kalau lebih dari seminggu radang tenggorokan yang menyertai flu tidak hilang, apalagi jika ditambah suara serak, bisa dikategorikan serius. Radang bisa turun ke pita suara,” jelas Cita.Radang tenggorokan karena kuman dapat menular melalui ludah, sedangkan yang disebabkan virus lewat udara.
IRITASI & ALERGI
Iritasi juga bisa menjadi biang keladi radang tenggorokan. Hal ini disebabkan makanan yang masuk, yaitu makanan yang terlalu pedas, terlalu asam, terlalu panas atau dingin, dan makanan-makanan yang terlalu bergetah. “Makanan bergetah, contohnya buah-buahan. Jadi, tidak semua buah-buahan aman, khususnya pada mereka yang punya alergi, karena justru dapat membuat iritasi pada tenggorokan.” Untuk mencegahnya, “Sebaiknya tidak makan buah-buahan dalam jumlah terlalu banyak.”
Iritasi juga sering terjadi pada mereka yang bekerja di lingkungan pabrik. Instalasi zat kimia yang dihirup bisa menyebabkan iritasi dan radang pada tenggorokan. Oleh sebab itu, penting sekali memakai masker.
Sementara alergi merupakan reaksi hipersensitif bagi orang yang memilikinya. Alergi dapat disebabkan bermacam hal, seperti makanan dan minuman, obat-obatan tertentu, cuaca, dan debu. Zat yang menyebabkan alergi disebut alergen. Jika alergen masuk ke dalam tubuh penderita alergi, tubuh pun akan mengeluarkan zat-zat yang menyebabkan alergi. Akibatnya, timbul reaksi-reaksi tertentu, seperti gatal-gatal atau batuk-batuk.Alergi terhadap suatu makanan dapat menyebabkan reaksi sakit pada tenggorokan. Selain itu, radang tenggorokan sering dialami mereka yang alergi terhadap jenis buah-buahan tertentu dan olahannya, semisal jus.Minyak goreng bekas juga sering menjadi penyebab alergi dan mengakibatkan radang tenggorokan. “Orang yang alergi terhadap minyak goreng bekas harus selalu mengganti minyak setiap kali akan menggoreng.”
Alergi tidak dapat diobati karena sudah merupakan bawaan dari lahir. Cara yang paling baik untuk menghindari reaksi alergi adalah dengan menghindari penyebabnya dan meningkatkan atau menjaga daya tahan tubuh. “Semakin bagus daya tahan tubuh, semakin rendah kadar kepekaan yang menyebabkan reaksi alergi.